RAMADHAN PENUH BERKAH, MBG PENUH TANDA TANYA…! MBG: Makanan Bergizi Gratis atau Maling Berkedok Gizi??

TNIPOLRINEWS.COM
Jombang – Jum’at 27-02-2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya menjadi harapan besar bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program nasional ini bertujuan mulia: meningkatkan kualitas gizi, menekan angka stunting, serta mencetak generasi emas Indonesia.
Namun di balik niat baik pemerintah, pelaksanaan di lapangan justru menuai sorotan tajam. Salah satunya terjadi di dapur SPPG yang dikelola Yayasan Pesantren Annajiyah 3 Jombang. Program yang seharusnya membawa keberkahan di bulan suci Ramadhan, justru diduga menjadi ladang persoalan.

Menu Dipertanyakan, Anggaran Dipersoalkan
Sejumlah wali murid dari beberapa sekolah di Jombang mengeluhkan kualitas menu MBG yang dikirim. Mereka menilai makanan yang diterima anak-anak tidak mencerminkan standar anggaran dan gizi sebagaimana yang ditetapkan pemerintah.
“Menu MBG tidak sesuai, mas. Bahkan sempat ada buah yang busuk dan dibuang anak-anak,” ujar salah satu wali murid kepada awak media.

Keluhan itu bukan isapan jempol. Perwakilan wali murid bersama awak media telah dua kali mendatangi dapur SPPG Annajiyah 3 untuk klarifikasi. Bahkan sudah dilakukan mediasi agar menu diperbaiki sesuai standar anggaran dan kelayakan gizi.
Dalam mediasi tersebut, Kepala Dapur berinisial (DH) bersama Babinsa berinisial (DD) menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki kualitas menu sesuai ketentuan. Namun fakta di lapangan berkata lain. Beberapa hari setelah mediasi, menu yang dikirim ke sekolah-sekolah disebut tidak mengalami perubahan signifikan.

Wali Murid Kecewa Berat
Kekecewaan wali murid pun memuncak. Salah satu wali murid dengan nada geram menyampaikan:
“Dikira wali murid iki picek ora ngerti rego ta? (Dikira wali murid ini buta dan tidak paham harga?) Sudah lama sebenarnya, tapi banyak yang memilih diam.”
Ramadhan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah, justru berubah menjadi bulan penuh kegelisahan bagi para orang tua yang berharap anak-anaknya mendapatkan asupan layak.
Dugaan Upaya “Redam” dengan Amplop
Yang lebih mengejutkan, dalam pertemuan kedua, perwakilan wali murid dan awak media mengaku sempat diberi amplop oleh oknum aparat di lokasi dapur.
“Wes mas, iki gae bensin… sampean kesini butuh bensin,” ujar oknum tersebut, menurut keterangan yang diterima.
Namun amplop tersebut langsung ditolak dan dikembalikan.
“Kalau kami terima amplop itu, berarti kami sama saja. Tujuan kami hanya ingin menu MBG di sini sesuai standar dan layak. Banyak anak yatim yang antusias kalau MBG datang. Tapi kalau kualitasnya seperti ini, kasihan anak-anak,” tegas perwakilan wali murid dan awak media.
MBG: Makanan Bergizi Gratis atau Maling Berkedok Gizi?
Pertanyaan keras pun mencuat: apakah MBG masih murni sebagai Makan Bergizi Gratis, atau justru berubah menjadi “Maling Berkedok Gizi” di tangan oknum-oknum tak bertanggung jawab?
Program nasional yang menyangkut masa depan generasi bangsa tidak boleh dijadikan ajang bisnis terselubung atau ladang keuntungan pribadi. Jika dugaan ini benar, maka bukan hanya anggaran negara yang dirugikan — tetapi juga hak anak-anak untuk mendapatkan makanan sehat dan layak.
Media TNIPOLRINEWS mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur SPPG yang bermasalah, serta memastikan transparansi anggaran dan kualitas menu sesuai standar pemerintah.
Ramadhan adalah bulan introspeksi. Jangan sampai program mulia ternodai oleh praktik-praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat.
Sevin CS + tim INV