Rehab 4 Ruang Kelas dan Pembangunan Ruang Guru SDN 1 Katumbiri Habiskan Anggaran Rp 1,3 Miliar
TNIPOLRINEWS.COM –
Pandeglang, 23 Agustus 2025 – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga melaksanakan proyek rehabilitasi ruang kelas 1 sampai 4 serta pembangunan ruang guru baru di SDN 1 Katumbiri, Kecamatan Cigeulis.28/08/2025
Proyek rehabilitasi ruang kelas menelan biaya Rp 1.158.308.400, dengan rincian satu ruang menghabiskan Rp 250.039.600. Pekerjaan rehab meliputi pemasangan plafon, genteng, keramik, dan daun pintu, sebagaimana hasil konfirmasi dengan kepala tukang Hasim.
Selain itu, pembangunan satu ruang guru baru berukuran 10 × 11 meter juga dikerjakan dengan anggaran Rp 201.487.700, dimulai dari nol hingga selesai. Informasi ini dikonfirmasi oleh Juhra, salah satu tukang di lokasi proyek.
Dengan adanya pembangunan ini, fasilitas pendidikan di SDN 1 Katumbiri diharapkan semakin layak, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Cigeulis.
Rp 1,15 Miliar untuk 4 Ruang Kelas SDN 1 Katumbiri, Satu Ruang Tembus Rp 250 Juta
Pandeglang – Proyek rehabilitasi ruang kelas 1–4 di SDN 1 Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, menyedot anggaran fantastis sebesar Rp 1.158.308.400. Jika dirinci, biaya per ruang mencapai Rp 250.039.600 hanya untuk pekerjaan plafon, genteng, keramik, dan daun pintu. Hal ini diungkap langsung oleh Hasim, kepala tukang di lokasi proyek.
Tak berhenti di situ, pembangunan satu ruang guru berukuran 10 × 11 meter juga menghabiskan dana Rp 201.487.700, yang disebut dikerjakan dari nol hingga selesai. Konfirmasi tersebut disampaikan oleh Juhra, tukang yang ikut bekerja di proyek tersebut.
Besarnya anggaran ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efisiensi dan transparansi pelaksanaan proyek. Pasalnya, dana yang digelontorkan untuk satu ruang kelas mencapai seperempat miliar rupiah, sementara satu ruang guru pun menembus angka Rp 201 juta.
Masyarakat berharap proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan tidak hanya menjadi ajang pemborosan anggaran daerah.
Jurnalis: sahroni