Februari 19, 2026

Respons Cepat TNI, Bangun Jembatan Gantung Garuda Bantuan Presiden Republik Indonesia

0
IMG-20251226-WA0131

LAMPUNG-TANGGAMUS, tnipolrinews.com – Warga Pekon Umbar, Kecamatan Klumbayan, Kabupaten Tanggamus, dalam waktu dekat akan segera menikmati akses penghubung antarwilayah yang lebih aman dan efisien. Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodim 0424/Tanggamus melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat akan sarana infrastruktur yang layak.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat infrastruktur pedesaan guna mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komandan Kodim 0424/Tanggamus, Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa hingga Jumat, 26 Desember 2025, progres pembangunan jembatan telah mencapai 74 persen dan telah memasuki hari ke-5 pengerjaan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda sudah mencapai 74 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pemasangan lantai jembatan serta penguatan struktur utama agar jembatan nantinya aman dan layak digunakan masyarakat,” ujar Dandim.

Dandim menjelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun di Pekon Umbar dan melintasi sungai yang selama ini menjadi hambatan utama mobilitas warga. Jembatan ini akan menghubungkan Dusun Sukajadi menuju Pekon Umbar, Kecamatan Klumbayan, sehingga mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.

“Keberadaan jembatan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus menyeberangi sungai dengan risiko keselamatan. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih aman dan lancar,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Rescue Indonesia, Kariskun, menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda dirancang sebagai jembatan gantung perintis yang dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, dengan panjang bentang sekitar 80 meter dan lebar 1,5 meter.

Pembangunan jembatan gantung ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Pekon Umbar. Warga berharap pengerjaan dapat segera diselesaikan agar distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih efektif dan aman.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 74 persen di hari ke-5, Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat segera rampung dan menjadi sarana penghubung strategis yang mampu meningkatkan keselamatan, memperlancar arus ekonomi, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pekon Umbar dan sekitarnya.

Kepala Pekon Umbar, Supriadi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia dan TNI atas perhatian serta tindakan cepat dalam mewujudkan keinginan masyarakat. “Kita sudah lama mengharapkan adanya jembatan yang aman di sini. Sebelumnya, saat musim hujan sungai sering meluap dan membuat akses terputus total, sehingga petani kesulitan menjual hasil panen dan anak-anak tidak bisa masuk sekolah,” ujarnya.

Tim pekerja yang terdiri dari personel TNI dan beberapa teknisi lokal juga menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Satu dari personel TNI yang terlibat, Praka Rio Pratama, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan dengan standar keamanan yang ketat dan memastikan setiap bagian struktur jembatan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. “Kita bekerja ekstra giat setiap hari karena tahu betapa besar manfaat yang akan diterima oleh masyarakat setelah jembatan ini selesai,” ujarnya.

Selain itu, program pembangunan jembatan ini juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, karena beberapa bahan bangunan diambil dari usaha kecil lokal dan beberapa warga setempat diikutsertakan sebagai tenaga kerja tambahan. Hal ini sejalan dengan tujuan program bantuan Presiden untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di tingkat dasar.

Dandim juga menambahkan bahwa setelah jembatan selesai, pihak Kodim akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pemeliharaan berkala serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan jembatan dengan benar dan menjaga kebersihan serta keamanan area sekitar jembatan. “Kita tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan jembatan ini dapat digunakan secara optimal dan bertahan lama untuk kemaslahatan bersama,” tandasnya.

Masyarakat telah mulai membayangkan dampak positif yang akan datang. Siti Aminah, seorang pedagang kecil di Pekon Umbar, berharap dengan adanya jembatan ini, dia dapat memperluas pasar dagangannya ke Dusun Sukajadi dan daerah sekitarnya. “Saya bisa membawa barang dagangan dengan lebih mudah dan tidak perlu khawatir lagi tentang kondisi jalan dan sungai,” ujarnya dengan senyum bahagia.

Dengan dukungan penuh dari semua pihak, Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur pedesaan yang responsif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *