November 30, 2025

Rumah Memprihatinkan di Perbatasan Pekon Banjarsari-Sinar Banten Menanti Uluran Tangan, Kondisi Mengkhawatirkan

0
IMG-20251120-WA0107

TANGGAMUS-LAMPUNG, tnipolrinews.com – Sebuah potret kemiskinan dan kesulitan hidup terpampang nyata di perbatasan antara Pekon Banjarsari dan Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Di sana, berdiri sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, nyaris roboh, dan menjadi tempat berlindung bagi keluarga Bapak Agung. Ironisnya, permohonan bantuan bedah rumah yang telah diajukan lebih dari dua tahun lalu belum juga membuahkan hasil, membuat keluarga ini terus hidup dalam kondisi yang serba kekurangan dan penuh risiko.

Pada hari Kamis, 20 November 2025, tim jurnalis melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk melihat lebih dekat kondisi rumah Bapak Agung. Pemandangan yang mereka saksikan sungguh memilukan. Rumah tersebut jelas-jelas tidak layak huni, dengan dinding geribik (anyaman bambu) yang rapuh dan berlubang di sana-sini. Papan-papan penopang yang seharusnya kokoh menahan beban bangunan pun sudah lapuk dimakan usia, menambah parah kondisi rumah. Atap rumah yang bolong-bolong menganga, mengancam keselamatan penghuninya setiap saat. Lantai tanah yang keras dan bergelombang semakin menjauhkan rumah ini dari standar kelayakan sebuah hunian yang sehat dan nyaman.

Kondisi di dalam rumah juga tidak kalah menyedihkan. Peralatan dapur yang ada sangat minim dan seadanya, mencerminkan keterbatasan ekonomi keluarga. Perabot rumah tangga yang ada pun sebagian besar sudah rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Tidak adanya pembatas ruangan yang memadai membuat privasi keluarga sangat minim, memaksa mereka untuk berbagi ruang yang sempit dan tidak nyaman. Rumah ini hanya ditopang oleh material-material tua yang semakin hari semakin rapuh dan mengkhawatirkan, seolah menunggu waktu untuk ambruk.

Di tengah kondisi yang serba memprihatinkan ini, keluarga Bapak Agung terus berharap akan adanya uluran tangan dari pemerintah melalui program Bedah Rumah (Rumah Layak Huni). Mereka sangat berharap agar pemerintah dapat segera merealisasikan bantuan tersebut, mengingat kondisi rumah mereka yang semakin membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ini sejak dua tahun lalu. Kami sudah bolak-balik mengurusnya, tetapi hingga saat ini belum ada kabar pasti kapan bantuan akan turun. Padahal, kondisi rumah ini sudah sangat memprihatinkan, miring, dan dindingnya pun hampir roboh. Kami sekeluarga sudah tidak tenang tinggal di sini,” ungkap Bapak Agung dengan nada penuh harap dan kecemasan.

Kekhawatiran Bapak Agung juga dirasakan oleh warga sekitar. Mereka membenarkan bahwa rumah keluarga Bapak Agung memang sudah sangat layak untuk menjadi prioritas penerima bantuan bedah rumah. Kondisi fisik rumah yang semakin mengkhawatirkan menjadi perhatian utama, terutama saat musim hujan dan angin kencang tiba. Warga khawatir jika rumah tersebut ambruk dan menimpa keluarga Bapak Agung.

Masyarakat setempat sangat berharap agar pemerintah pekon, kecamatan, hingga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tanggamus segera turun tangan untuk melakukan verifikasi ulang dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan ini. Mereka tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi rumah yang tidak layak huni tersebut.

Program bedah rumah merupakan hak masyarakat kurang mampu yang tinggal di hunian yang tidak layak. Oleh karena itu, sudah seharusnya pemerintah dapat bergerak cepat dan responsif untuk membantu keluarga Bapak Agung agar mereka dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan sehat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan keluarga Bapak Agung dapat hidup dengan lebih tenang, nyaman, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *