November 29, 2025

Satgas Pangan Polda Lampung Intensifkan Pengawasan Harga Beras di Tanggamus

0

Tnipolrinews.com |

Tanggamus – Satgas Pangan Polda Lampung, bekerja sama dengan Bapanas, terus memantau harga beras di Tanggamus. Inspeksi mendadak yang dilakukan pada 17-18 November 2025 menemukan adanya pedagang yang menjual beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, tim gabungan melakukan inspeksi ke pasar, retail, penggilingan padi, hingga distributor untuk memastikan harga stabil dan ketersediaan beras mencukupi.

“Kami menemukan beberapa toko masih menjual beras premium melebihi HET. Tindakan tegas berupa teguran langsung telah diberikan,” ujar Kombes Yuni.

Tim Satgas Pangan, yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Lampung, Bapanas RI, Bulog Kanwil Lampung, serta perwakilan Pemda Tanggamus, menyisir sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Pasar Talang Padang, Pasar Gisting, Pasar Kota Agung, Penggilingan Beras Sumber Tani, dan Agen Juragan Beras.

Di beberapa toko seperti Yakup, Talif, dan Sinar Harapan, harga beras premium mencapai Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram. Sementara itu, beras medium dijual dengan harga bervariasi antara Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram.

Kondisi berbeda terlihat di retail modern seperti Alfamart, di mana harga beras SPHP stabil di angka Rp12.500 per kilogram, dan beras premium dijual sesuai HET, yaitu Rp14.900 per kilogram.

Satgas juga meninjau Penggilingan Padi Sumber Tani, yang membeli gabah seharga Rp7.100 per kilogram dan menjual beras medium seharga Rp13.500 per kilogram serta beras premium seharga Rp14.500 per kilogram. Distributor Juragan Beras juga tak luput dari pemeriksaan, dengan margin keuntungan berkisar antara Rp400 hingga Rp700 per kilogram untuk berbagai merek beras.

Kombes Yuni menegaskan bahwa teguran telah diberikan kepada pedagang dan distributor yang melanggar aturan HET. Satgas juga menyarankan agar penggilingan dan distributor lebih memprioritaskan penjualan beras di wilayah sekitar untuk menjaga stabilitas harga.

“Bulog akan meningkatkan distribusi beras SPHP ke toko dan kios agar masyarakat lebih mudah mengakses beras bersubsidi,” tambahnya.

Hasil pengawasan menunjukkan bahwa fluktuasi harga beras di Tanggamus dipengaruhi oleh rantai distribusi dan pola penjualan di tingkat pedagang.

“Kami akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan kebijakan stabilisasi harga berjalan efektif dan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” pungkas Kombes Yuni. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *