Sosialisasi “Kampung Pancasila Bersama Perangkat Daerah Di Wilayah RW 07Kelurahan/Kecamatan Wonokromo Surabaya

TNIPOLRINEWS.COM
Surabaya – Sebagai langkah untuk menghidupkan nilai nilai Pancasila dan menerapkan dalam kehidupan keseharian warga masyarakat, beberapa perangkat kedinasan daerah wilayah Surabaya, bersama sama turun berkolaborasi dalam “Sosialisasi Kampung Pancasila” Di Wilayah kota Surabaya.
Hal tersebut sebagai wujud nyata upaya Pemerintah Daerah, sebagaimana yang telah dilakukan di wilayah RW 07 Kelurahan Wonokromo kota Surabaya, yang berlangsung di halaman Rumah ketua RW 07, di Jalan Pulo Tegalsari Sungai Gg VI nomor 21.
Pada Rabu malam (17/09/2025).
Kegiatan dihadiri oleh :
Tim dari Kecamatan dan Kelurahan wonokromo antara lain :
Camat Wonokromo, Lurah Wonokromo, Kasie Kesra Kecamatan Wonokromo, Sekretaris Kelurahan Wonokromo, Kasie Kesra Kelurahan Wonokromo, Kasi Pemerintahan Wonokromo, Kasie Bantib Kelurahan Wonokromo, Staf Kelurahan Wonokromo.
Turut Hadir perangkat daerah kota surabaya dan elemen masyarakat antara lain :
Dinas Kesehatan, BPBD, DPKP, DSDABM,Satpol, PP, DP3APPKB, DPR KPP, Damkar, DLH, Kepala Puskesmas Wonokromo beserta tim, Babinsa Kel Wonokromo, Ketua RW 007,KSH RW 007, Ketua RT 001s/d 17 RW 007, IPSM Kel Wonokromo, Tokoh masyarakat – Sdr Rahmat.

Acara dimulai pada pukul 19.30 wib, dibuka oleh MC – Bang Farhan diteruskan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya dan dilanjutkan penyampaian sambutan prakata oleh ketua RW 007.
Selanjut Sambutan Sambutan
Pertama,
“Dinas DSDABM – mengulas peningkatan sistem infrastruktur saluran air, dengan optimalkan pompa booster sebagai solusi,
bila terjadi banjir.
Langkah lainnya antisipasi adalah kesadaran warga dalam membuang sampah yang tepat.
“BPBD – Edukasi kesiap siagaan terjadinya bencana, pemerintah menediakan pelatihan bagi masyatakat secara gratis.
Bila terjadi sesuatu bencana hubungi coll senter 112 tanpa bayar.
“Pol PP – misi untuk menciptakan kampung Pancasila yang aman, warganegara harus guyub, kompak dalam menangani msalah yang timbul seperti penanganan curanmor dan sebagainya, mewaspadai gerak gerik orang yang tidak dikenal, minimal akan mempersempit ruang gerak kejahatan.
Itulah pentingnya ketertiban dan keamanan lingkungan.
“DP3A – penguatan peran keluarga dalam perlindungan perempuan dan anak. Ikuti program jam malam yang terapkan di kota surabaya,dengan pengawasan melekat agar terciptanya lingkungan kampung Pancasila yang ramah anak.
“DPKP – penanganan dalam mengatasi hal musibah kebakaran.
Lebih ditekankan perhatian dalam pencegahan daripada saat kejadian.
Pencegahan meliputi refleksi antisipasi, terutama dalam lingkup rumah tangga, dengan menjaga instalasi listrik secara kontinyu. Perhatikan kwalitas dan usia kabel, hindari colokan yang bertumpuk.
Untuk lingkup lingkungan sekitar, hindari buang puntung rokok sembarangan, jangan buang di tempat sampah dan bersihkan semak semak kering disekitar rumah. Bila terjadi musibah kebakaran secepatnya hubungi coll senter umum 112.
“DLH- mengajak untuk tetap menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman, dengan melakukan penanaman penghijauan di taman taman.
“PKM – mengingatkan warga agar waspadai gejala penyakit, sering kontrol kesehatan agar tetdeteksi secara dini, sehingga tidak terjadi kronis. Untuk balita dan anak anak, jangan sampai tidak lakukan imunisasi karena balita adalah generasi penerus. Begitu juga lansia lakukan cek up secara rutin, dengan mengikuti posyandu masyarakat, atau di klinik terdekat pada setiap
waktu.

Sebelum menginjak pada sesi diskusi dan tanya jawab, meskipun terlambat untuk hadir, camat Wonokromo – Maria Agustin Yustina
S. STP. Msi, menyampaikan sambutan, berikut cuplikan intinya :
“Kita jangan pernah menyerah untuk menyadarkan sesama. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kita berikan arahan dan jalan terbaik untuk Kampung Pancasila, apapun kendala dan problem yang sedang kita hadapi. Kampung Pancasila terkait dengan sisi kehidupan warga masyarakat. Untuk itu, sangat tepat bila diterapkan sitem yang dinamakan Aplikasi Sayang Warga. Prosesnya sangat mudah, cukup ikuti petunjuk yang dipandu oleh tim KSH bersama unsur pengurus RT/RW setempat, melalui akun yang tersedia.
Lakukan langkah awal dengan mengisi jawaban pertanyaan kuis, yang jumlahnya 17 poin, secara akurat dan singkron dengan data untuk self assessment RT/RW yang selanjutnya sebagai alat verifikasi data secara menyeluruh.
Ini dilakukan terhadap banyak hal, terkait apa yang dilakukan warga. Kalau hal ini bisa berjalan, kita semua akan mendapatkan manfaat. Begitu tegas Maria dalam mengakhiri sambutannya.
Selanjutnya menginjak pada sesi diskusi dan tanya jawab.
Untuk sesi tanya jawab, karena pertimbangan waktu, moderator yang dipimpin oleh MC, memberi batasan untuk hanya lima penanya saja.
Dari lima penanya akan diambil dua terbaik serta relevan, untuk mendapat penilaian dan akan diberikan hadiah doorprize dari penyelenggara .
Berikut cuplikan sesi diskusi dan tanya jawab yang dapat diliput oleh awak media secara singkat.

Sesuai agenda penyelenggara, terdapat dua penanya jadi, tim motivator hanya memberikan dua jawaban yang relevan antara lain.
jawaban Pertama,
“Terkait curhat tentang kondisi depresi seorang warga remaja yang keseharian hanya melakukan tidur dan makan tanpa aktivitas lain.”
Jawab untuk solusi adalah :
– Langkah pertama, harus dilakukan diidentifikasi pada penderita, selanjutnya “konsultasi” dengan Puspaga RW atau Siola dengan nomor telpon…..087722288959
– Langkah kedua “Lapor” Permasalahan pada UPTPDPA kantor di Siola dengan nomor telpon….. 08113345303.
Jawaban kedua, terkait
Pertanyaan dari peserta kedua, mengenai APK bantuan dari pemerintah yang habis isi atau kedaluarsa, bisa diurus melalui kelurahan dengan membuat surat rekomendasi untuk ke Dinas DAMKAR wilayah setempat.
Dan selanjutnya, sampailah pada sesi terakhir yaitu acara ramah tamah. Dalam sesi ramah tamah diisi dengan pembagian hadiah, untuk dua penanya yang dianggap baik dan dilanjutkan pada sesi penutup dan sebelum bubar dimanfaat kan foto bersama dan sekaligus pembubaran yang dipandu oleh MC.
Jurnalis : Triwono
