Januari 1, 2026

PT ASDP INDONESIA FERY(PERSERO) ASDP Bakauheni Gandeng Organda, Pelayanan Angkutan Nataru 2025–2026 Berjalan Lancar

0
IMG-20251229-WA0056

LAMPUNG SELATAN, tnipolrinews.com – Dalam rangka mendukung kelancaran pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) di wilayah otoritas pelabuhan.

Keberadaan Organda dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah perusahaan transportasi darat yang tidak terpisahkan dari aktivitas kepelabuhanan, khususnya pada momen libur hari besar dengan mobilitas tinggi.

Hal tersebut disampaikan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, didampingi Humas ASDP Syaifullahil Harahap, saat menyampaikan perkembangan arus angkutan Nataru di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (27/12/2025).

“Kami telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Organda serta terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah. Ke depan, kolaborasi ini akan terus ditingkatkan guna memastikan pelayanan angkutan berjalan optimal,” ujar Partogi.

Terkait pelaksanaan angkutan Nataru, Partogi menjelaskan bahwa arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa melalui lintasan Bakauheni–Merak hingga saat ini terpantau berjalan landai dan lancar.

“Belum terlihat lonjakan signifikan yang berpotensi mengganggu antrean maupun kelancaran arus. Namun, berdasarkan data, jumlah penumpang pejalan kaki mengalami peningkatan sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat ke atas tercatat meningkat sekitar 5 persen. Meski demikian, peningkatan tersebut masih dalam batas kemampuan pelayanan pelabuhan maupun armada kapal ASDP.

“Secara umum, pelayanan penyeberangan berjalan lancar, landai, dan kondusif,” tambahnya.

Partogi juga mengungkapkan bahwa pola pergerakan kendaraan cenderung berbeda berdasarkan waktu. Pada siang hari, arus penyeberangan didominasi kendaraan pribadi, sedangkan pada sore hingga malam hari lebih banyak diisi kendaraan truk dan angkutan logistik.

Untuk puncak arus balik, ASDP memprediksi akan terjadi pada 2 atau 3 Januari 2026, mengingat 4 Januari bertepatan dengan hari Minggu. Meski demikian, peningkatan arus dari Pelabuhan Merak diperkirakan tidak akan terlalu signifikan.

Dalam mendukung operasional Nataru, ASDP menyiapkan total 68 unit kapal, dengany pengoperasian situasional antara 28 hingga 35 kapal, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Selain lintasan utama Bakauheni–Merak, ASDP juga membuka akses kerja sama dengan sejumlah pelabuhan alternatif, seperti Ciwandan, Wika Beton, BBJ Muara Piluk, dan Bojonegoro. Namun, dari sisi Bakauheni, pelabuhan alternatif tersebut hanya berfungsi menerima kendaraan tanpa proses pemuatan.

Terkait kondisi cuaca, Partogi memastikan bahwa meski terjadi peningkatan angin dan gelombang, situasinya masih dalam batas aman untuk pelayaran.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Sejauh ini kondisi masih aman dan terkendali. Mudah-mudahan hingga berakhirnya posko Nataru, cuaca tetap mendukung,” harapnya.

Ia juga mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan, aktif memantau informasi cuaca dari BMKG, membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan, serta mematuhi seluruh aturan dan arahan petugas di lapangan.

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *