PENANGANAN KUMUH SKALA KAWASAN TERPADU DAN TERINTEGRASI

TNIPOLRINEWS.COM
KEPUHANYAR – Komitmen penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Mojokerto tidak sebatas seremoni. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), menegaskan langkah konkret dan terukur saat peresmian Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Senin (23/2/2026).
Data yang disampaikan terang benderang. Tahun 2025, total luas permukiman kumuh di Kabupaten Mojokerto mencapai 246,51 hektar. Yang sudah tertangani absolut 33,93 hektar, dan secara kumulatif tembus 50,70 hektar. Artinya, masih tersisa 195,77 hektar (79,4 persen) yang harus dibereskan.
“Ini kerja besar. Tidak bisa setengah-setengah. Harus tuntas,” tegas Gus Barra.
Provinsi Turun Tangan
Dari total kawasan kumuh, seluas 46,51 hektar menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu prioritasnya adalah Desa Kepuhanyar seluas 10,7 hektar yang sudah ditangani pada 2025.
Gus Barra secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas dukungan nyata yang diberikan.
“Kolaborasi ini bukan formalitas. Ini bukti negara hadir sampai level desa,” ujarnya lugas.
APBN 2026 & Target Trowulan 2027
Pemkab Mojokerto tak berhenti di 2025. Koordinasi dengan pemerintah pusat membuka peluang dukungan APBN tahun 2026. Lebih tegas lagi, tahun 2027 Kecamatan Trowulan seluas 11 hektar sudah masuk daftar prioritas. Dokumen teknis (readiness criteria) sudah disiapkan.
Pesannya jelas: Mojokerto tidak ingin kawasan kumuh tumbuh lagi.
Pesan Tegas: Jangan Kumuh Lagi!
Gus Barra mengingatkan kepala desa, perangkat, dan masyarakat agar tidak lengah.
“Sudah dibangun bagus, jangan dibiarkan kumuh lagi. Jaga kebersihan. Biasakan hidup sehat. Ini tanggung jawab bersama,” tandasnya.
Menurutnya, keberhasilan bukan hanya soal paving, drainase, atau rumah layak huni. Yang paling penting adalah perubahan pola pikir masyarakat.

Gubernur Khofifah: Lingkungan Bersih, Rezeki Ikut Terang
Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi sinergi Forkopimda, termasuk Dandim dan Kapolres, yang ikut menjaga kondusifitas dan kebersihan lingkungan.
Ia mengingatkan pesan Presiden agar daerah serius membersihkan sungai dan pantai. Kepuhanyar disebutnya harus terus dimonitor agar tetap sehat secara lingkungan.
“Kita ingin sehat lahir batin. Kalau lingkungannya bersih, pikirannya terang, insyaallah rezekinya juga ikut terang,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan agar kawasan yang ditata bukan hanya indah dipandang, tetapi benar-benar sehat bagi masyarakat.
TNIPOLRINEWS menilai, langkah terintegrasi antara Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jawa Timur ini menjadi contoh bahwa penanganan kumuh bukan sekadar proyek, melainkan gerakan bersama.
Tantangannya kini satu: konsistensi.
Karena membangun itu penting, tetapi menjaga jauh lebih menentukan.
Jurnalis : Sevin/Agus Tri