Jembatan Gantung Hanau Berak Butuh Perhatian: Akses Antar Dusun dan Jalan Menuju Makam Kian Memprihatinkan

Pesawaran, Tnipolrinews.com –
Di antara aliran sungai yang membelah wilayah pedesaan, jembatan gantung sering menjadi penghubung kehidupan. Ia bukan sekadar bentangan kayu dan baja, melainkan jalur yang mempersatukan aktivitas sosial, ekonomi, dan tradisi masyarakat. Di Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, keberadaan jembatan gantung menjadi urat nadi mobilitas warga antar dusun sekaligus akses menuju tempat pemakaman umum.
Jembatan gantung memiliki fungsi penting dalam menghubungkan wilayah yang terpisah oleh sungai atau lembah, sehingga masyarakat dapat menyeberang dengan aman dan efisien. Keberadaannya juga membantu memperlancar pergerakan orang maupun barang, membuka keterisolasian wilayah, serta memperpendek waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya sulit dilalui.
Di Desa Hanau Berak sendiri terdapat dua jembatan gantung yang selama ini menjadi fasilitas vital bagi masyarakat. Satu jembatan menghubungkan dusun induk Hanau Berak dengan Dusun Keroya Baru, sementara jembatan lainnya menjadi akses utama menuju tempat pemakaman umum desa. Kedua jembatan tersebut digunakan tidak hanya oleh warga setempat, tetapi juga oleh masyarakat sekitar yang memiliki kepentingan aktivitas harian maupun keperluan sosial.
Namun belakangan ini kondisi kedua jembatan tersebut dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan penghubung antara dusun induk Hanau Berak dan Dusun Keroya Baru mengalami kerusakan pada bagian tebing sungai yang menjadi dudukan tiang penyangga. Erosi akibat banjir membuat tanah di sekitar pondasi terkikis, sehingga konstruksi beton penyangga terlihat menggantung di atas tebing yang menganga.
Tak jauh dari lokasi tersebut, jembatan gantung yang menjadi akses menuju tempat pemakaman umum juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Padahal jembatan ini dibangun sekitar dua tahun lalu sebagai sarana penunjang kebutuhan masyarakat desa.
Dari hasil pemantauan awak media, sejumlah kayu balok yang menjadi struktur utama jembatan tampak mulai lapuk. Beberapa papan pijakan bahkan terlihat retak dan sebagian telah patah, sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas.
Seorang warga setempat bernama Abil mengaku pernah mengalami kecelakaan ringan saat melintasi jembatan tersebut. Ia mengatakan kakinya sempat terluka akibat papan pijakan yang tiba-tiba patah ketika diinjak.
“Saya pernah terluka di jembatan ini. Waktu itu saya mau menyeberang, begitu menginjak papan jembatan, papan itu patah dan kaki saya terperosok,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar tidak menimbulkan korban yang lebih serius. Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya aktivitas warga menuju makam meningkat karena tradisi ziarah keluarga.
“Kami berharap jembatan ini diperbaiki jangan sampai makan korban. Apalagi menjelang Idul Fitri biasanya banyak warga melintas untuk ziarah makam. Begitu juga jembatan gantung penghubung dusun induk Hanau Berak dan Dusun Keroya Baru, kami minta diperbaiki sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Warga berharap perhatian dari pihak terkait dapat segera diberikan, mengingat kedua jembatan tersebut merupakan akses penting yang menyangkut keselamatan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat Hanau Berak dan masyarakat sekitar.
( Nasoba )