Juni 15, 2026

Dugaan Pengrusakan Lahan Tambang di Lembengan, Korban Rugi Puluhan Juta Rudi: Tempuh Jalur Hukum

0

Tnipilrinews.com | Jember

Rudi warga Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat Jember, Tak Terima lahan pasir dirusak, Kini terancam dilaporkan, Senin (15/6/2026).

Lahan tersebut milik Kakek Yakul warga Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo, Jember.

Perusakan tersebut diduga kuat dilakukan oleh warga setempat inisial (s) padahal sebelumnya beroperasi pihaknya sudah bayar kas sebesar Rp 2 ribu per-Bek Up.

Selain itu, jalan yang dilalui diperbaiki, sebab sebelumnya jalan tersebut tak bisa dilewati mobile.

Anehnya! Lahan milik Kakek Yakul yang diambil pasir tiba-tiba tergenang air sehingga kondisi tersebut tak bisa beroperasi kembali.

Bukan tanpa alasan. Kata dia sebelumnya sudah ada kesepakatan terkait objek jual beli dengan Rudi warga Desa Plalangan.

Tak hanya disitu lokasi tersebut itu atas kesepakatan dengan pihak keluarga pemilik untuk dilakukan upaya perbaikan perataan lahan sawah.

“Sebelumnya saya sudah musyawarah dengan pihak keluarga pak yakul untuk perataan lahan, sebelum pasirnya di ambil, bukti-buktinya lengkap kenapa, dan itu gak saya,” ujar Rudi. Saat dikonfirmasi awak media

Pihaknya merasa heran jalan yang dilalui tiba-tiba rusak dan tak bisa dilewati oleh kendaraan pick-up.

“Kenapa tempat pasir ditengah banyak air hingga meluap, padahal sebelumnya lokasi itu tidak ada air, makanya saya langsung temui keluarga pak Yakul, katanya tidak ada orang yang ijin untuk mengalirkan air lewat tengah tambang,” ujar Rudi dengan nada heran.

Menurutnya, dengan perusakan itu jelas hal ini akan berdampak kerusakan lahan lebih parah dan sangat merugikan pihaknya.

Atas kerusakan tambang pasir, Rudi mengalami kerugian senilai puluhan juta rupiah lebih belum termasuk kerugian kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Dilain sisi, yakul menjelaskan selama ini tidak ada warga yang berijin untuk mengalirkan air lewat tambang.

“Kapan ada warga minta ijin air lewat tambang/lahan saya? Sawah itu sudah saya pasrahkan ke Rudi, udah disewa tak suruh ratakan ladang itu di ambil pasirnya pakek manual,”pungkasnya.

Hingga berita terbitkan kades lembengan Sofyan saat dikonfirmasi lewat telpon tidak di angkat.

(Den Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *