Lansia Kelurahan Wonokromo Menggelar Kegiatan Posyandu, Sinergi dengan Bank Mandiri dan Mahasiswi Unusa Surabaya, Sebagai Bentuk Wujud Kebersamaan

Surabaya, Tnipolrinews.com |
Berbagai macam cara kelompok Lansia didalam membuka ruang kebersamaan, diantaranya dengan melakukan kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Kegiatan ini melibatkan Puskesmas dengan menurunkan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan meliputi antara lain: cek berat dan tinggi badan tensi tubuh dan lainnya, serta konsultasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap sebulan sekali pada pekan kedua hari Rabu dengan didukung oleh kader kesehatan kelurahan dari KSH dan PKK.
“Ketua PKK RW 04 kelurahan wonokromo, ibu Anjar yang secara langsung turut serta dilokasi untuk memantau kegiatan dan menuturkan bahwa, meski kegiatan ini dlaksanakan sekali sebulan, namun cukup efektif untuk upaya deteksi secara dini. Bila ditemukan adanya kasus yang urgen yang dierita warga, langkah preventive tetap dilakukan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut, dari dokter puskesmas.
Selain kegiatan Posyandu, kali ini kedatangan tim dari Bank Mandiri dan mahasiswi Unusa Surabaya bidang kebidanan,” ujarnya.

“Sementara, ketua Lansia RW 04 Kelurahan Wonokromo, Ibu Soepinik menuturkan bahwa kegiatan posyandu lansia telah menjadi agenda bulanan namun karena jadwalnya bersamaan dengan kegiatan senam maka, pelaksanaannya digabungkan.
Kelompok senam lansia adalah merupakan program penyemangat, sarana mempersatukan untuk bersosialisasi dengan sesama, tuturnya. ”
“Salah satu tim dari Bank Mandiri, Puput Meyliya, membeberkan tentang kiatnya dalam membuka kesempatan secara luas, pada masyarakat melalui ‘Program Kartini’ , dengan harapan agar bisa menggugah hati masyarakat, untuk mengenal perbankan secara lebih dekat “Melalui Program Kartini ini diharapkan kami bisa memberi kesempatan pada warga Lansia terutama wanita untuk Mandiri Secara Financial. Langkah kecil seperti membuka rekening menjadi langkah awal dari banyak peluang untuk menabung dan merencanakan masa depan. Berapapun usianya, apapun pekerjaannya, wanita harus mandiri secara Finansial” ungkapnya.

“Ibu Yati, sebagai dosen pembimbing tim mahasiswi kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Stase Kebidanan Komunitas bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan. Stase dilaksanakan dari tanggal 6 April hingga 3 Mei 2026 di RW 4 Kelurahan Wonokromo, sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada Masyarakat.
Manfaat untuk Pembelajaran Mahasiswa
Keterlibatan di Posyandu lansia ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan praktik langsung mahasiswa profesi bidan Unusa, mulai dari pengkajian data, analisis situasi masalah kesehatan ibu-anak, reproduksi, dan keluarga, hingga pemberdayaan perempuan-lansia melalui edukasi kesehatan.
Kegiatan juga mencakup pelayanan kebidanan terintegrasi seperti skrining lansia serta pencegahan penyakit tidak menular, yang mengasah kompetensi profesional bidan dalam asuhan sepanjang siklus hidup perempuan dan anak di setting komunitas non-klinis.
Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta mendapatkan bimbingan langsung dari tenaga kesehatan Puskesmas setempat sebagai mitra lintas sektor. Praktik tersebut menuntut diagnosis komunitas beserta upaya promotif-preventif untuk mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Keterlibatan Unusa dalam kegiatan ini sejalan dengan visi Rahmatan Lil Alamin, yang menjadi motto utama kampus untuk menebar manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui pengabdian masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan komunitas lansia di Wonokromo.
Program ini memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi Unusa, di mana dosen dan mahasiswa turun langsung ke masyarakat untuk berbagi ilmu Kesehatan dan pendidikan, sehingga menciptakan dampak sosial berkelanjutan di lingkungan sekitar kampus.
(Triwono)
