Jaga Semangat Ibadah, Masjid Baitul Karim Surabaya Gelar Kajian Subuh Bertema Istiqomah Beribadah Pascaramadhan

TNIPOLRINEWS.COM –
Surabaya – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Karim pada Minggu (26/4/2026) pagi. Puluhan jemaah yang terdiri dari pengurus takmir, remaja masjid, hingga warga sekitar berkumpul untuk mengikuti Kajian Subuh rutin yang menghadirkan penceramah Ustadz Serka (AL) Achmad Kusmindar, S.Sos.i.
“Kajian kali ini mengangkat tema krusial bagi umat Muslim, yakni Tetap Istiqomah Beribadah Pascaramadhan. Kegiatan yang dimulai tepat setelah salat subuh berjemaah ini bertujuan untuk menjaga momentum spiritual umat setelah melewati bulan suci.
Ketua Takmir Masjid Baitul Karim, Ustadz Musairi Cholil, S.Ag., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kajian ini merupakan agenda rutin bulanan yang dilaksanakan setiap minggu terakhir.

“Kajian subuh ini adalah upaya kami memperkuat nilai-nilai keislaman dan membina karakter religius masyarakat. Selain menambah wawasan, ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antarjemaah”, ujar Ustadz Musairi.
Ia juga mengajak jemaah untuk terus memakmurkan masjid melalui salat berjemaah. Menurutnya, konsistensi dalam beribadah adalah kunci membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia
Dalam tausiahnya, Ustadz Achmad Kusmindar mengulas mendalam mengenai Rukun Islam sebagai fondasi hidup seorang Muslim. Ia memberikan perumpamaan unik menggunakan filosofi lima jari saat memegang gelas untuk menggambarkan urgensi tiap rukun.

”Ibu jari ibarat syahadat dan jari telunjuk adalah salat. Meskipun tiga rukun lainnya memiliki kelonggaran sesuai kemampuan, namun syahadat dan salat adalah fondasi yang tidak boleh roboh. Salat adalah tiang agama”, jelas Ustadz Achmad.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya selawat sebagai amalan yang fleksibel namun memiliki keutamaan besar. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an yang memiliki aturan ketat, selawat dapat diamalkan kapan saja sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“akhir ceramahnya, Ustadz Achmad mengajak jemaah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan menjaga salat berjemaah, khususnya subuh. “Pahala salat subuh berjemaah itu sangat tinggi, bahkan dalam konteks tertentu derajatnya luar biasa. Ini adalah implementasi nyata dari sikap istiqomah pascaramadhan”, tegasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah berupa sarapan pagi kolektif. Sebagai rangkaian penutup, dilaksanakan pula pembacaan khatam Al-Qur’an. Pihak takmir berharap Masjid Baitul Karim terus menjadi pusat pembinaan spiritual yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
(Triwono)
