Aksi Unjuk Rasa Pergerakan Mahasiswa Dan Komunitas Sopir Truck Tuntut Kesediaan Solar

TNIPOLRINEWS.COM –
Balikpapan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Komunitas Sopir Truk Balikpapan (KSTB) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026).
Aksi yang melibatkan ratusan massa dan sekitar 700 unit truk tersebut merupakan bentuk protes terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dinilai semakin menyulitkan para sopir truk.
Salah satu peserta aksi dari PMII, Muhammad Ismail Nasrullah, mengatakan bahwa kelangkaan solar telah menimbulkan keresahan serius di kalangan sopir. Ia menyebut antrean panjang di sejumlah SPBU bahkan bisa mencapai 100 hingga 200 kendaraan, dengan waktu tunggu hingga dua sampai tiga hari.
“Ini murni bentuk keresahan sopir truk. Mereka harus antre berhari-hari hanya untuk mendapatkan solar, sementara kebutuhan operasional tetap berjalan,” ujarnya di sela-sela aksi.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan delapan tuntutan utama kepada pemerintah dan pihak terkait. Di antaranya mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas dugaan penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi oleh oknum tertentu.
Selain itu, massa juga meminta penambahan dan pembukaan kembali jalur layanan SPBU untuk truk guna mengurai antrean panjang. Mereka menilai distribusi solar subsidi saat ini belum tepat sasaran, karena masih ditemukan perusahaan besar yang diduga ikut menggunakan BBM bersubsidi.
“Kami juga mendesak agar SPBU beroperasi selama 24 jam, karena saat ini banyak yang tutup pada malam hari sehingga sopir harus bermalam tanpa kepastian,” tambah Ismail.
Tuntutan lainnya meliputi evaluasi dan penambahan kuota solar subsidi oleh pemerintah melalui BPH Migas, serta dorongan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur dan distribusi energi.
Aksi ini juga disertai ultimatum kepada pemerintah untuk segera merespons tuntutan dalam waktu 7×24 jam. Jika tidak ada tindak lanjut, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
Para demonstran berharap DPRD Kota Balikpapan tidak hanya menunggu aksi turun ke jalan, tetapi juga aktif menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.
“Kami berharap DPRD lebih sering turun melihat kondisi masyarakat, bukan hanya menunggu laporan di kantor,” tegas Ismail.
Di sisi lain, massa mengungkap adanya indikasi penyimpangan distribusi solar subsidi, di mana sebagian BBM diduga mengalir ke sektor industri yang seharusnya tidak berhak. Hal ini dinilai memperparah kelangkaan di tingkat masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sopir angkutan.
Sebagai tindak lanjut, perwakilan massa dikabarkan akan diberangkatkan ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pihak terkait di tingkat pusat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib meski sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di kawasan Jalan Jendral Sudirman.
Lilik. S
