Lapor Pak Presiden! Siswa SDN 6 Marga Punduh Diduga Disuguhi Menu MBG Tak Layak: Hanya Telur Rebus dan Potongan Jagung

TNIPOLRINEWS.COM –
Pesawaran — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah kini menuai sorotan tajam dari sejumlah wali murid di SDN 6 Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Selasa (26/05/2026).
Keluhan tersebut muncul setelah para siswa diduga menerima menu MBG yang dinilai jauh dari harapan masyarakat. Berdasarkan keterangan sejumlah wali murid, makanan yang dibagikan kepada siswa hanya berupa satu butir telur rebus, potongan jagung dalam kemasan yang masing-masing berisi lima potong, serta buah apel dan jeruk yang disebut masih hijau atau belum layak konsumsi.
Salah seorang wali murid mengaku kecewa terhadap menu yang diberikan kepada anak-anak mereka. Menurutnya, program yang menggunakan anggaran besar seharusnya mampu menyediakan makanan yang lebih layak, bergizi, sehat, dan memenuhi kebutuhan nutrisi siswa.
“Anak-anak cuma dapat telur rebus, potongan jagung dalam kemasan yang masing-masing berisi lima potong, lalu apel dan jeruk yang masih hijau. Kami sangat menyayangkan kalau memang seperti ini menu MBG untuk anak sekolah,” ujar salah satu wali murid kepada awak media.
Keluhan masyarakat bukan hanya terkait porsi makanan, tetapi juga kualitas buah yang dinilai belum matang. Sejumlah orang tua mengaku khawatir makanan tersebut tidak dikonsumsi siswa karena rasa maupun kualitasnya dianggap kurang layak untuk anak-anak.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan program di lapangan benar-benar diawasi secara serius agar tidak sekadar menjadi formalitas atau hanya memenuhi target distribusi semata.
Selain menyoroti kualitas makanan, para wali murid juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengawasan program MBG di wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah, dinas terkait, hingga pihak pengelola SPPG Marga Punduh lebih serius memperhatikan mutu makanan yang diberikan kepada siswa.
“Jangan sampai program bagus dari pemerintah pusat rusak citranya gara-gara pelaksanaan di lapangan yang terkesan asal-asalan. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat juga meminta agar dilakukan pengawasan dan evaluasi secara transparan apabila ditemukan adanya dugaan pengurangan kualitas menu, ketidaksesuaian standar gizi, maupun indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG, sehingga bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan sesuai tujuan awal program.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah wali murid dan hasil informasi yang diterima di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang klarifikasi kepada pihak dapur MBG setempat maupun UPTD SDN 6 Marga Punduh terkait keluhan para wali murid, guna menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalitas pemberitaan.
(Tim & Redaksi)
