Juli 8, 2026

Pamit Purna Tugas, Kepala Desa Wangunharja H. Ganda Wakafkan Mushola dari Dana Pribadi sebagai Warisan Ibadah dan Bukti Kepedulian kepada Masyarakat

0
BackgroundEraser_20260708_123018058

Kab.Bekasi,Jawa Barat || Tnipolrinews.com // Menjelang berakhirnya masa pengabdian sebagai Kepala Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, H. Ganda meninggalkan sebuah warisan yang sarat makna bagi masyarakat. Setelah mengemban amanah selama kurang lebih 12 tahun atau dua periode kepemimpinan, ia mewakafkan sebuah mushola yang dibangun sepenuhnya menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk rasa syukur, pengabdian, dan cinta kepada warga Desa Wangunharja.

Peresmian mushola yang berlokasi di depan pelataran Kantor Desa Wangunharja pada Selasa, 7 Juli 2026, berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan rasa haru. Kehadiran bangunan ibadah tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk keteladanan seorang pemimpin yang tidak hanya mengabdikan diri melalui kebijakan dan pembangunan, tetapi juga melalui amal jariyah yang manfaatnya diharapkan terus mengalir sepanjang masa.

Dalam sambutannya, H. Ganda menyampaikan bahwa mushola tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama dua periode memimpin Desa Wangunharja.

«”Ini bentuk terima kasih saya. Terima kasih sudah percaya kepada saya selama dua periode. Semoga mushola ini menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya untuk kita semua,” ujar H. Ganda.»

Pernyataan tersebut mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari warga yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku terharu melihat ketulusan seorang kepala desa yang memilih mengakhiri masa jabatannya dengan memberikan fasilitas ibadah yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Bagi H. Ganda, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu, ia berharap mushola yang diwakafkannya dapat menjadi tempat yang selalu dipenuhi aktivitas ibadah, mulai dari salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, majelis taklim, hingga berbagai kegiatan keagamaan yang mampu mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan warga.

Selama dua periode kepemimpinannya, H. Ganda dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, mudah ditemui masyarakat, serta memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan desa. Berbagai pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan lingkungan, saluran drainase, fasilitas pelayanan masyarakat, hingga peningkatan sarana umum menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain pembangunan fisik, perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat juga menjadi salah satu fokus kepemimpinannya. Berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi warga, pembinaan organisasi kemasyarakatan, serta dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan keagamaan terus didorong agar Desa Wangunharja semakin maju dan memiliki masyarakat yang mandiri.

Di bidang keagamaan, H. Ganda juga dikenal memiliki kepedulian yang tinggi. Selama menjabat, ia kerap memberikan bantuan secara pribadi untuk pembangunan maupun renovasi masjid dan mushola di berbagai wilayah Desa Wangunharja. Bahkan, tanpa banyak diketahui publik, ia juga rutin membantu kegiatan-kegiatan keagamaan, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta warga yang sedang mengalami kesulitan.

Sikap sosial tersebut membuat H. Ganda dikenal bukan hanya sebagai kepala desa, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan warga, mulai dari gotong royong, acara keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi salah satu alasan mengapa sosoknya mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari banyaknya proyek pembangunan yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari nilai kemanusiaan, kepedulian, dan keteladanan yang ditinggalkan kepada masyarakat.

Salah seorang warga Desa Wangunharja menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas dedikasi H. Ganda selama memimpin desa.

«”Terima kasih Pak Ganda atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Selama dua periode memimpin, banyak perubahan yang kami rasakan. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Bapak dengan pahala yang berlipat ganda. Apa yang telah Bapak lakukan akan menjadi kenangan indah dan inspirasi bagi pemimpin-pemimpin berikutnya,” ungkap seorang warga.»

Ucapan serupa juga datang dari berbagai elemen masyarakat yang berharap semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang telah ditunjukkan H. Ganda dapat diteruskan oleh pemimpin desa di masa mendatang.

Wakaf mushola tersebut dinilai bukan hanya sebagai sebuah bangunan ibadah, melainkan simbol kepemimpinan yang berlandaskan keikhlasan dan pengabdian. Di tengah berakhirnya masa jabatan, H. Ganda memilih meninggalkan warisan yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat dari generasi ke generasi.

Di penghujung masa kepemimpinannya, H. Ganda membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya dikenang karena jabatan yang pernah diemban, tetapi karena ketulusan hati, kepedulian sosial, serta jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat.

Mushola yang dibangun dari dana pribadinya menjadi simbol cinta kepada warga Desa Wangunharja sekaligus amal jariyah yang diharapkan terus mengalir pahalanya, menjadi tempat lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan memperkuat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Semoga pengabdian H. Ganda selama dua periode menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya meninggalkan pembangunan, tetapi juga nilai-nilai kepedulian, keteladanan, dan warisan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

Reporter : AgusJABAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *