Juli 9, 2026

Antisipasi Banjir Dan Kelancaran Arus Lalu lintas, Pemkot Surabaya Kebut Proyek Saluran Air Di Wonokromo

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir di tingkat wilayah. Salah satunya dengan merealisasikan proyek pemasangan saluran air (box culvert/U-Ditch) sepanjang 400 meter di kawasan Jalan Jetis Kulon, Kelurahan Wonokromo. Proyek prestisius skala lingkungan tersebut , saat ini sedang berjalan”

“​Proyek ini merupakan bagian dari agenda perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026. Pembangunan ini juga selaras dengan komitmen pemkot yang berfokus pada 7 program prioritas daerah, khususnya dalam aspek konektivitas infrastruktur jalan dan penanganan banjir guna menjamin kelancaran lalu lintas saat musim hujan tiba.

​Sebelum pengerjaan fisik dimulai, Pemkot Surabaya telah mematangkan perencanaan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Keputusan final dan sosialisasi teknis kemudian digelar dalam Rapat Berkala di Balai RW 04 Kelurahan Wonokromo pada 18 Mei 2026 lalu.

​Pertemuan tersebut dihadiri oleh lintas sektoral, di antaranya Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Camat Wonokromo, Kapolsek, Danramil, Lurah Wonokromo, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Turut hadir pula elemen tiga pilar pemukiman yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RW 04, serta seluruh Ketua RT (RT 01 hingga RT 20).

​Untuk memastikan pengerjaan sesuai standardisasi, sosialisasi juga melibatkan CV Makarya Engineering selaku konsultan perencana/pengawas dan CV Pratama Jaya Abadi selaku kontraktor pelaksana. Perwakilan dari dinas terkait bertindak sebagai narasumber guna memberikan arahan teknis pelaksanaan proyek kepada warga.

​Secara teknis, lokasi pembangunan membentang di sepanjang Jalan Jetis Kulon, mulai dari area belakang sebelah barat Royal Plaza hingga ke depan gerbang SMP Widya Darma. Pekerjaan fisik sendiri telah dimulai sejak 28 Juni 2026 dengan target masa kontrak penyelesaian selama 90 hari kalender.

​Guna meminimalkan kemacetan lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga pada siang hari, pengerukan tanah serta pemasangan U-Ditch sengaja difokuskan pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

​Pihak pemkot juga telah memetakan beberapa kendala lapangan yang diantisipasi sejak dini. Di antaranya adalah pemotongan hingga pemusnahan pohon di sekitar area proyek yang menghambat jalur alat berat, serta relokasi pipa PDAM dan kabel serat optik (feeder internet/telekomunikasi).

​Sebagai langkah mitigasi dampak sosial terhadap gangguan aliran air bersih akibat pergeseran pipa PDAM, Pemkot Surabaya telah menyiagakan sejumlah armada truk tangki air bersih yang siap mendistribusikan kebutuhan air untuk warga terdampak secara gratis selama proyek berlangsung.

​Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan di lapangan terus dikebut secara berkala agar dapat rampung tepat waktu sebelum puncak musim penghujan tiba. Pencapaian pengerjaan saat ini sudah berjalan hampir 50 %.

(Triwono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *