KANTOR BPP KAMPUNG RAKYAT TANAM SAWIT, ABAIKAN INSTRUKSI MENTAN SOAL SWASEMBADA PANGAN

Tnipolrinews.com // LABUHANBATU SELATAN –
Program Swasembada Pangan yang digencarkan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman seperti angin lalu di Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Buktinya, Kantor Balai Penyuluhan Pertanian / BPP Kec. Kampung Rakyat yang berkantor di Desa Tanjung Medan dan dipimpin Ekopriono sebagai Kordinator, justru menjadi contoh buruk.
Alih-alih menjadi demplot percontohan tanaman pangan, lahan pekarangan Kantor BPP tersebut 100% ditanami kelapa sawit. Tidak ada satu batang pun tanaman palawija, sayur, jagung, atau cabai yang ditanam.
KECEWAKAN PETANI TANJUNG MEDAN
Ketua DPC LSM Elang Mas Labuhanbatu, Dariter Ritonga, menyebut kondisi ini sangat mengecewakan dan bentuk pembangkangan terhadap program pusat.
“Ini keterlaluan. Mentri minta kita kejar swasembada pangan, suruh manfaatkan pekarangan untuk tanaman produktif. Tapi kantor BPP nya sendiri malah full sawit. Mau jadi contoh apa ke masyarakat?” tegas Dariter, Selasa, 22/07/2026.
Menurutnya, masyarakat Desa Tanjung Medan sangat mengharapkan adanya contoh pertanian terintegrasi dari BPP. Tujuannya agar para pengangguran bisa termotivasi memanfaatkan lahan pekarangan jadi sumber ekonomi.
“Tapi karena tidak ada daya tarik dan contoh dari BPP, akhirnya masyarakat lebih memilih jalan pintas. Mereka lebih percaya mencuri brondolan sawit di kebun warga daripada berkebun. Ini salah siapa kalau bukan BPP nya?” lanjut Dariter.
DESAK EVALUASI DAN COPOT
LSM Elang Mas mendesak Kadis Pertanian Labusel dan Menteri Pertanian untuk segera mengevaluasi kinerja Ekopriono.
“Kalau Kordinator BPP tidak mampu menjalankan program Mentan, lebih baik dicopot. Jangan sampai gara-gara 1 orang, program besar pemerintah pusat gagal di daerah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kordinator BPP Kec. Kampung Rakyat, Ekopriono belum memberikan klarifikasi.
Mahmud Efendi Ritonga
Kaperwil Sumut TnIpolrinews
