Agustus 8, 2026

DLH Provinsi Lampung Turun Ambil Sampel Air Sungai Way Ratai, Hasil Laboratorium Jadi Penentu Dugaan Pencemaran

0

TNIPOLRINEWS.COM –

PESAWARAN – Polemik dugaan pencemaran Sungai Way Ratai memasuki tahap pembuktian. DLH Provinsi Lampung turun langsung mengambil sampel air untuk diuji laboratorium secara ilmiah dan transparan kepada publik.

Pengambilan sampel dilakukan Jumat (7/8/2026), di sekitar lokasi pengolahan limbah bahan tambang. Langkah tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kondisi lingkungan dan kualitas air Sungai Way Ratai setempat.

Proses pengambilan sampel disaksikan DLH Kabupaten Pesawaran, Camat Way Ratai, Ketua DPD LIPAN, Ketua FKW-KP, Ketua DPD FPII, Ketua GWI DPC Pesawaran, Sekjen WN88 serta puluhan wartawan.

Andri, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan DLH Provinsi Lampung, menegaskan sampel tersebut akan menjalani analisis laboratorium untuk memastikan kondisi kualitas air berdasarkan parameter pengujian yang berlaku secara resmi.

“Dari pengambilan sampel air kemudian analisis laboratorium dibutuhkan tujuh hari kerja. Hasil uji laboratorium akan terbit tanggal 19,” ujar Andri kepada awak media di lokasi.

Andri menambahkan, hasil sementara belum dapat disimpulkan karena proses analisis masih berlangsung. Menurutnya, hasil laboratorium nantinya menjadi dasar menentukan langkah serta rekomendasi penanganan berikutnya oleh pemerintah daerah.

“Setelah uji laboratorium, hasilnya diketahui. Langkah berikutnya akan kita rekomendasikan,” kata Andri, menegaskan keputusan lanjutan harus berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Camat Way Ratai Data Trianda mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang menindaklanjuti informasi media mengenai dugaan pencemaran lingkungan Sungai Way Ratai, sekaligus memastikan kondisi lapangan diperiksa secara menyeluruh.

“Saya mewakili masyarakat Kecamatan Way Ratai mengucapkan terima kasih kepada DLH Kabupaten Pesawaran yang sudah menindaklanjuti pemberitaan terkait dugaan pencemaran lingkungan Sungai Way Ratai,” ujarnya.

Menurut Data, peninjauan dilakukan dari bagian hulu hingga hilir. Pengambilan sampel juga dilakukan di Desa Bunut karena aliran dari kawasan tersebut mengarah menuju Sungai Way Ratai di wilayah setempat.

“Tindak lanjut sudah kita laksanakan hari ini. Selanjutnya kita menunggu hasil laboratorium. Setelah hasilnya diketahui, baru dilakukan langkah berikutnya,” ujar Data Trianda kepada wartawan.

Kini perhatian publik tertuju pada hasil pengujian laboratorium. Hasil tersebut diharapkan mampu memberikan jawaban objektif mengenai kualitas air Sungai Way Ratai serta menjadi dasar tindakan pemerintah selanjutnya.

Publik juga menunggu transparansi pemerintah dalam menyampaikan hasil pengujian tersebut. Jika ditemukan parameter melampaui ketentuan, masyarakat berharap rekomendasi penanganan dilakukan tegas sesuai peraturan berlaku.

( Nasoba )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *