Karnaval Budaya Kelurahan Wage Meriah, Puluhan Ribu Warga Tumpah Ruah Saksikan Kreativitas Tiap RW

SIDOARJO, Tnipolrinews.com –
Suasana meriah dan penuh warna menyelimuti kawasan Kelurahan Wage, Kecamatan Taman, pada Minggu, 6 September 2026. Ribuan hingga puluhan ribu masyarakat tumpah ruah menyaksikan Pawai Budaya/Karnaval Kelurahan Wage yang menampilkan beragam kreativitas warga dari masing-masing RW.
Kegiatan yang menjadi salah satu momentum kebersamaan masyarakat tersebut berlangsung sangat semarak. Setiap RW di Kelurahan Wage turut mengambil bagian dengan mengirimkan perwakilan untuk tampil dalam pawai budaya.
Diperkirakan sekitar 30 ribu orang memadati sepanjang jalur karnaval. Warga tidak hanya berasal dari lingkungan Kelurahan Wage, tetapi juga masyarakat dari kawasan sekitar yang datang untuk menyaksikan secara langsung berbagai atraksi dan penampilan peserta.
Pawai budaya tersebut mengambil start dari kawasan Grand Royal dan kemudian bergerak menuju Lapangan Wage sebagai titik finis.
Sejak siang hari, masyarakat telah memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur pawai. Antusiasme warga semakin terlihat ketika rombongan peserta mulai bergerak dan menampilkan berbagai kreativitas yang telah dipersiapkan masing-masing RW.

Karnaval dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Bahkan hingga sore, rangkaian peserta masih terus berjalan sehingga kemeriahan kegiatan belum juga berakhir.
Salah satu daya tarik utama dalam Karnaval Kelurahan Wage adalah keterlibatan masyarakat dari setiap RW. Masing-masing perwakilan RW berusaha menampilkan konsep dan kreativitas terbaiknya.
Berbagai bentuk penampilan masyarakat menjadikan pawai tersebut semakin hidup. Nuansa budaya, kreativitas warga, kostum, rombongan peserta, hingga berbagai atraksi menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan.
Keterlibatan setiap RW juga memperlihatkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun rasa kebersamaan.
Warga tampak antusias memberikan dukungan kepada rombongan peserta. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen menggunakan telepon seluler, terutama ketika peserta dengan penampilan unik dan menarik melintas di hadapan mereka.
Pawai budaya Kelurahan Wage juga menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Persiapan yang dilakukan oleh masing-masing RW menunjukkan adanya kerja sama antara warga dalam mempersiapkan penampilan terbaik untuk mengikuti karnaval.
Di tengah perkembangan zaman, kegiatan semacam ini dinilai memiliki arti penting dalam menjaga budaya, kreativitas, serta rasa kebersamaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Karnaval bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Dengan jumlah peserta dan penonton yang sangat besar, Karnaval Kelurahan Wage tahun ini menjadi salah satu kegiatan masyarakat yang mampu menciptakan suasana kebersamaan luar biasa.
Kemeriahan semakin terasa sepanjang jalur dari Grand Royal hingga Lapangan Wage. Kepadatan masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.
Pawai yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari itu menjadi momentum yang tidak hanya menyajikan pertunjukan, tetapi juga memperlihatkan kekompakan warga Kelurahan Wage.
Karnaval budaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kreativitas dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Karnaval Kelurahan Wage: dari warga, oleh warga, untuk kebersamaan dan pelestarian budaya.
Jurnalis: Arif Susanto
