September 6, 2026

Proyek Irpom Rp155,7 Juta di Curuglanglang Disorot, Iwan GAIB Perjuangan Siapkan Audiensi dengan Dinas Terkait

0

TNIPOLRINEWS.COM –

PANDEGLANG, Banten — Sorotan terhadap pelaksanaan program Irigasi Perpompaan (Irpom) di Desa Curuglanglang, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus bergulir. Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kegiatan mencapai Rp155.700.000 tersebut kini menjadi perhatian aktivis dan elemen masyarakat yang mempertanyakan efektivitas serta kesesuaian target penerima manfaat program.

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, program Irpom tersebut dilaksanakan oleh UPKK Kelompok Tani Siap Maju II dengan target pelayanan pengairan sekitar 20 hektare lahan sawah.

Persoalan yang menjadi perhatian bukan semata-mata keberadaan sarana fisik berupa pompa dan jaringan pendukung, melainkan sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar mampu memberikan manfaat pengairan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sejumlah pertanyaan pun muncul di tengah masyarakat. Mulai dari dasar penetapan luasan 20 hektare, data calon penerima manfaat, kondisi lahan, sumber air yang digunakan, kapasitas pompa, jaringan distribusi, hingga kemampuan sarana tersebut dalam mengairi lahan yang menjadi sasaran program.

Menyikapi persoalan tersebut, Iwan selaku Ketua DPC GAIB Perjuangan Pandeglang Selatan, yang juga tergabung dalam Gabungan Aktivis Media Online Pandeglang-Lebak Selatan (GAOMOPS), menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke meja audiensi.

Iwan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat berencana melayangkan surat permohonan audiensi kepada dinas dan instansi terkait untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong dilakukannya verifikasi langsung terhadap program Irpom di Desa Curuglanglang.

> “Wacananya dalam minggu ini kami akan melayangkan surat audiensi kepada dinas terkait. Kami ingin mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai program tersebut, terutama terkait target 20 hektare dan sejauh mana lahan tersebut benar-benar mendapatkan manfaat pengairan,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, audiensi diperlukan agar persoalan yang berkembang tidak hanya menjadi perdebatan berdasarkan informasi dari lapangan maupun pemberitaan.

> “Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Justru kami ingin duduk bersama dengan dinas terkait, pelaksana dan pihak-pihak yang berkompeten. Kalau memang semuanya sesuai perencanaan, mari kita buka datanya dan kita buktikan bersama,” tegasnya.

Iwan menilai ukuran keberhasilan program Irpom tidak semestinya hanya dilihat dari apakah pompa dan jaringan perpipaan telah terpasang.

Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah fungsi dan manfaatnya terhadap lahan pertanian yang menjadi sasaran.

> “Jangan sampai ukuran keberhasilannya hanya pompa terpasang dan pekerjaan selesai. Pertanyaannya, airnya bisa mengalir atau tidak, sumber airnya mencukupi atau tidak, dan berapa hektare lahan yang benar-benar terlayani?” katanya.

Ia juga meminta agar data mengenai 20 hektare lahan penerima manfaat dapat dibuka dan diverifikasi.

> “Kalau disebut 20 hektare, kami ingin tahu titik lahannya di mana saja. Berapa luas masing-masing, siapa penerima manfaatnya, bagaimana kondisi lahannya dan apakah semuanya memang bisa mendapatkan pengairan dari fasilitas tersebut,” lanjut Iwan.

Sebagai bagian dari GAOMOPS, Iwan menyatakan pihaknya akan mendorong agar audiensi tersebut tidak berhenti pada penjelasan administratif.

Pihaknya berharap dinas teknis dapat melakukan verifikasi faktual di lapangan, termasuk mengecek sumber air, kapasitas pompa, jaringan distribusi dan luasan lahan yang diklaim sebagai penerima manfaat.

> “Kami berharap audiensi nanti bukan hanya sebatas menerima penjelasan di atas meja. Kalau diperlukan, kita turun bersama ke lokasi. Cek sumber air, cek jaringan, cek lahan dan lihat langsung apakah target 20 hektare itu realistis dan benar-benar terlayani,” ungkapnya.

Iwan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran pemerintah.

> “Ini bukan soal mencari-cari kesalahan. Kami justru ingin memastikan uang negara yang jumlahnya Rp155,7 juta tersebut benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat petani,” pungkasnya.

Rencana audiensi tersebut diharapkan dapat membuka informasi secara transparan mengenai pelaksanaan program Irpom di Desa Curuglanglang.

Apabila hasil verifikasi nantinya menunjukkan bahwa pelaksanaan program telah sesuai dengan perencanaan, spesifikasi dan target penerima manfaat, maka hal tersebut dapat menjadi jawaban atas sorotan yang berkembang.

Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang diharapkan mengambil langkah evaluasi dan perbaikan sesuai ketentuan.

Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan adanya penyimpangan maupun kerugian negara. Seluruh dugaan dan pertanyaan terkait program tersebut masih perlu dibuktikan melalui klarifikasi, verifikasi lapangan, serta pemeriksaan oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Rencana surat audiensi yang akan dilayangkan Iwan bersama elemen GAOMOPS dalam minggu ini menjadi langkah berikutnya untuk mendapatkan penjelasan resmi dari dinas dan instansi terkait.

Kini publik menunggu, apakah target pengairan 20 hektare pada program Irpom senilai Rp155,7 juta tersebut benar-benar terealisasi di lapangan atau masih sebatas angka dalam dokumen perencanaan.

Sumber: iwan gaib
Jurnalis: sahroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *