Danlanal Lampung Letkol Irianto Kurniawan Siagakan Pesisir Kalianda: Cek Sirine Tsunami Hingga Baksos

Lampung Selatan, TNIPOLRINEWS.COM –
Komitmen Pangkalan TNI Angkatan Laut Lampung (Lanal Lampung)* dalam membina potensi maritim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir kembali dibuktikan.
Di bawah kepemimpinan *Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S., M.Tr.Opsla., CRMP.*, Lanal Lampung menggelar kegiatan terpadu di kawasan Pantai Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi program *”Zero Accident”* yang dicanangkan Danlanal Lampung. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan laut dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
*1. Cek Sirine Tsunami dan Edukasi Mitigasi Bencana*
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengecekan sirine tanda bahaya tsunami di beberapa titik strategis wilayah pesisir. Danlanal Lampung bersama jajaran memastikan seluruh perangkat sirine dalam kondisi aktif dan siap digunakan.
_”Deteksi dini adalah kunci utama menghadapi tsunami. Masyarakat harus tahu kemana harus lari dan apa yang harus dilakukan saat sirine berbunyi. Ini tanggung jawab kita bersama,”_ tegas Letkol Irianto.
*2. Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar 10 Langkah*
Agenda kedua adalah sosialisasi *Alur Pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD)* yang dipimpin *Lettu Laut (K) Neno Kharisma*.

Di hadapan ratusan warga, Lettu Neno menjelaskan 10 tahapan BHD melalui banner edukasi berukuran besar yang dipasang di area pantai:
1. *Cek Keamanan* – Pastikan lokasi aman
2. *Cek Respon* – Tepuk dan panggil korban
3. *Panggil Bantuan* – Hubungi 119 atau tim medis
4. *Cek Nadi & Pernapasan* – Rasakan selama 10 detik
5. *RJP/CPR* – 30 kompresi : 2 napas
6. *Buka Jalan Napas* – Head tilt chin lift
7. *Bantuan Napas* – Napas buatan
8. *Defibrilasi* – Gunakan AED jika ada
9. *Penanganan Pendarahan* – Tekan dan balut luka
10. *Posisi Pemulihan* – Miringkan tubuh korban
Banner tersebut juga mencantumkan slogan *”ZERO ACCIDENT WUJUDKAN DENGAN DISIPLIN DIRI”*.
_”Ilmu BHD bukan hanya untuk tenaga medis. Setiap orang di pesisir wajib memahami ini. Karena nyawa bisa diselamatkan dalam 10 menit pertama,”_ ujar Danlanal.
*3. Bakti Sosial: Swimfase, Sembako dan Masker*
Usai edukasi, kegiatan dilanjutkan bakti sosial. Lanal Lampung membagikan *swimfase* kepada nelayan dan Pokdarwis bahari untuk mengurangi risiko tenggelam saat melaut.
Selain itu dibagikan juga *paket sembako dan masker* kepada warga kurang mampu di sekitar pantai.
_”Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Danlanal dan seluruh jajaran Lanal Lampung. Bantuannya sangat berarti untuk kami,”_ kata Sumardi, salah satu nelayan setempat.
*4. Himbauan Keselamatan dan Abu Vulkanik*
Dalam kesempatan itu, Danlanal juga menyampaikan 2 himbauan penting:
1. *Keselamatan di Laut*: Selalu gunakan alat keselamatan, cek cuaca, dan jangan melaut saat gelombang tinggi.
2. *Bahaya Abu Vulkanik*: Mengingat Lampung dekat gunung api aktif, warga diimbau memakai masker, menutup makanan dan air, serta berobat jika ada gangguan pernapasan.
_”Kita tidak bisa mencegah bencana alam, tapi kita bisa meminimalisir dampaknya dengan kesiapsiagaan dan disiplin,”_ pesan Letkol Irianto.
*Komitmen Rutin*
Danlanal menegaskan kegiatan ini akan menjadi program rutin Lanal Lampung.
_”Ini bukan seremonial. Kami ingin hadir setiap saat untuk masyarakat. Dari aspek pertahanan, keamanan, hingga kesejahteraan dan kesehatan,”_ tutupnya.
Dengan kegiatan ini, Lanal Lampung berharap tercipta masyarakat pesisir yang tangguh, mandiri, dan memiliki budaya sadar keselamatan.
Reporter: BR
