September 20, 2026

USIA BERLIAN DESA HANURA: KETIKA KEBERSAMAAN MENJADI KEKUATAN

0

Pesawaran, TNIPOLRINEWS.COM —

Enam dekade perjalanan Desa Hanura Trans AD II menjadi catatan panjang tentang kebersamaan. Usia ke-60 dirayakan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum merawat kerukunan, menghargai sejarah, dan menatap masa depan bersama.

Peringatan HUT ke-60 Desa Hanura berlangsung di halaman Balai Desa Hanura, Kamis (17/9/2026). Pelepasan balon, pemotongan nasi tumpeng, penghargaan bagi keluarga kepala desa terdahulu, hingga pertunjukan seni menghidupkan suasana perayaan.

Semarak peringatan semakin terasa melalui tari Tor-Tor, tari Sigeh Pengunten, festival karnaval, serta atraksi jaran. Sebanyak 26 peserta dari komunitas adat, budaya, pendidikan, pesepeda, dan masyarakat turut menghadirkan warna keberagaman Hanura.

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, mewakili Bupati Nanda Indira Bastian, mengapresiasi kekompakan masyarakat Hanura. Menurutnya, keguyuban dan kerukunan menjadi kekuatan penting yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat desa.

Keberagaman suku, budaya, dan agama di Desa Hanura menjadi miniatur Indonesia yang hidup dalam satu ruang kebersamaan. Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan energi sosial untuk membangun desa secara bersama.

Kepala Desa Hanura Rio Remota mengatakan kemajuan desa merupakan buah kolaborasi berbagai elemen, mulai pemerintah desa, lembaga masyarakat, insan pers, hingga pemerintah kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat.

Sejak proyek Transmigrasi Angkatan Darat dimulai pada 1966, Hanura terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Berbagai capaian pembangunan menjadi warisan para pendahulu yang kini diteruskan dengan semangat gotong royong.

Rio mengingatkan masyarakat agar tidak terlena oleh penghargaan maupun keberhasilan yang telah diraih. Kebersihan, keindahan, pemeliharaan aset desa, serta keberlanjutan pembangunan membutuhkan konsistensi dan kepedulian seluruh warga.

Pemerintah Desa Hanura juga berkomitmen mengoptimalkan potensi desa untuk mewujudkan Desa Hanura yang semakin modern. Dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Provinsi Lampung, menjadi bagian penting perjalanan tersebut.

Memasuki usia berlian, Hanura menatap masa depan dengan semangat yang sama: menjaga persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan meneruskan cita-cita para perintis. Enam puluh tahun menjadi sejarah, sementara kebersamaan menjadi kekuatan untuk melangkah menuju Hanura yang sejahtera.

(Nasoba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *