November 4, 2026

KNMP Ketapang Dongkrak Harga Ikan dan Buka Lapangan Kerja bagi Warga

0

Lamsel, tnipolrinews.com –

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

Tidak hanya mendukung aktivitas nelayan, keberadaan kawasan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar hingga meningkatkan nilai jual hasil tangkapan ikan.

Manfaat tersebut terungkap dalam dialog Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama masyarakat pada Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di kawasan KNMP Ketapang, Rabu (4/11/2026).

Dalam dialog tersebut, sejumlah warga dan nelayan menyampaikan pengalaman mereka setelah hadirnya KNMP, termasuk harapan terhadap pengembangan fasilitas penunjang aktivitas perikanan.

Salah seorang warga Ketapang, Sepiah, mengaku keberadaan KNMP membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dengan terbukanya kesempatan kerja. Ia menjadi salah satu warga yang mendapatkan pekerjaan sejak fasilitas tersebut beroperasi.

Dampak positif juga dirasakan para nelayan. Samsuri, nelayan setempat, mengatakan aktivitas melaut kini lebih lancar. Dalam sekali melaut, ia rata-rata mampu memperoleh hasil tangkapan sekitar 20 kilogram.

Tak hanya itu, harga jual ikan senangin juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berkisar Rp28 ribu per kilogram, kini mencapai Rp32 ribu per kilogram.

“Sejak ada KNMP, pekerjaan kami sebagai nelayan lebih lancar. Harga ikan senangin juga mengalami kenaikan, dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” ungkap Samsuri.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah terus melakukan pengembangan kawasan KNMP agar fasilitas yang tersedia semakin mampu memenuhi kebutuhan nelayan.

Perwakilan nelayan Ketapang, Junianto, mengapresiasi keberadaan kawasan tersebut karena dinilai sangat membantu aktivitas perikanan. Namun, ia menyebut fasilitas tambat labuh masih menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

“Dengan adanya KNMP ini, kami sebagai nelayan merasa sangat terbantu. Namun, masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, salah satunya fasilitas tambat labuh. Kami berharap ke depan ada solusi agar kebutuhan nelayan di Desa Ketapang bisa terwujud,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Ketua Pengelola KNMP Ketapang, Amin. Ia berharap pemerintah tetap memberikan pendampingan setelah pembangunan, sehingga fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan kawasan tersebut terus berkembang.

“Kami berharap setelah dibangun, KNMP ini tidak dibiarkan begitu saja. Kami masih membutuhkan arahan dan bantuan agar kawasan ini bisa terus berkembang bersama masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Amin.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberadaan KNMP harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas menjadi hal penting agar KNMP mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia juga menyoroti keberadaan fasilitas pendukung, seperti cold storage, yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan sekaligus membantu menjaga kestabilan harga saat produksi melimpah.

Bupati Egi berharap masyarakat turut menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia dengan baik. Ia juga menilai berbagai masukan dari nelayan dan pengelola menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan pengembangan KNMP ke depan.

Dialog tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan manfaat, kendala, serta kebutuhan yang masih perlu dipenuhi.

Dengan demikian, pengembangan KNMP Ketapang diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi terus berlanjut melalui penguatan fasilitas, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *