Peran Aisa Tangahu Dalam Gerakan Patriotik 23 Januari 1942 Di Gorontalo Sekaligus Srikandi Pendamping Perjuangan Nani Wartabone

TNIPOLRINEWS.COM –
Gorontalo, 7 November 2026 — Aisa Tangahu lahir pada 6 Oktober 1910, istri pahlawan daerah Nani Wartabone dan tokoh perempuan yang turut berperan dalam pergerakan nasional di bumi Gorontalo. Sejak masa pergerakan, beliau bergabung dalam Gerakan Kebangkitan Indonesia Wanita (Gerkiwan), bersama tokoh perempuan lain menggalang dana untuk pembebasan tanah dan pembangunan Gedung Nasional.
Pada peristiwa patriotik 23 Januari 1942, Aisa Tangahu menjahit bendera Merah‑Putih yang pertama kali dikibarkan di wilayah Gorontalo untuk mendukung perjuangan suaminya. Para sejarawan berpendapat, pengibaran bendera tersebut mengangkat peristiwa itu bukan sekadar peristiwa lokal, melainkan bagian dari pergerakan skala nasional.
Ketika Nani Wartabone ditawan penjajah Belanda, Aisa Tangahu harus berdiri sendiri menopang kehidupan keluarga. Ia membuka usaha kos‑kosan dan membesarkan sembilan orang anak: Sarina Wartabone, Hanum Wartabone, Aroman Wartabone, Rasuna Wartabone, Fauzi Wartabone, Noni Wartabone, Dolly Wartabone, Yos Wartabone, dan Jalaludin Wartabone.
Pasca kemerdekaan, beliau terus mendampingi perjuangan Nani Wartabone dalam mempertahankan kedaulatan negara, antara lain menolak pembentukan Republik Indonesia Serikat, perlawanan terhadap gerakan Permesta, dan penumpasan paham komunis. Beliau juga mendukung tugas suaminya saat menjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, Residen Sulawesi Utara berkedudukan di Gorontalo, serta anggota DPR golongan tani.
Di balik kiprah besar seorang tokoh perjuangan, tersimpan pengabdian tenang sang istri yang setia mendampingi dan membesarkan penerus bangsa. Aisa Tangahu wafat pada 22 November 1977. Al‑Fatihah untuk almarhumah.
( SR 01 )
