November 7, 2026

Kisah Bendera Pusaka Hasil Jahitan Ibu Aisa Tangahu, Bendera yang Disembunyikan di Bantal Guling

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Gorontalo, 7 November 2026 Di balik kisah bendera pusaka nasional yang terkenal, tersimpan catatan sejarah lokal Gorontalo tentang bendera Merah‑Putih jahitan Ibu Aisa Tangahu. Bendera ini pertama kali dikibarkan saat peralihan kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda pada 23 Januari 1942, lalu dikibarkan kembali pada 16 Agustus 1945 — sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, ” ucap Arisman Wartabone, cucu pahlawan nasional Nani Wartabone.

Berbeda dengan bendera jahitan Ibu Fatmawati yang proses pembuatannya tercatat dengan baik dan dapat diabadikan dalam foto, bendera buatan Ibu Aisa Tangahu tidak memiliki bukti foto yang tersimpan hingga kini. Penjahitan dilakukan secara sembunyi‑sembunyi di tengah pengawasan penjajah. Setelah selesai, bendera itu disimpan di dalam bantal guling miliknya untuk menghindari penyitaan atau tindakan ancaman dari pihak Pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, ” bebernya.
Kepada awak media pihaknya menjelaskan, kain untuk bendera nasional yang dijahit Ibu Fatmawati berasal dari pemberian perwira tentara Jepang Hitoshi Shimizu, Kepala Bagian Propaganda Sendebu, yang disampaikan melalui Chairul Basri ke kediaman Bung Karno di Jalan Pengangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Proses pembuatannya berlangsung secara terang‑terangan sehingga dapat didokumentasikan untuk kepentingan publikasi pada masa itu.

Para pemerhati sejarah Gorontalo menyampaikan bahwa meskipun tidak ada foto peninggalan, kisah perjuangan Ibu Aisa Tangahu tetap merupakan bagian dari jejak perjuangan srikandi daerah yang patut ditelusuri lebih lanjut. Mereka berharap pengumpulan bukti sejarah dapat diperkuat guna mengusulkan pengakuan jasa‑jasanya bagi bangsa, ” pungkasnya

( SR 01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *