SWADAYA TANPA PAMRIH, WARGA PEMATANG JAMBU BERSATU MEMBANGUN JEMBATAN BOLORAN

PESAWARAN, Tnipolrinews.com |
( 8 November 2026 ) — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Pematang Jambu, Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Melalui swadaya murni masyarakat, pembangunan Jembatan Boloran kini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan persatuan mampu menghadirkan perubahan.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil inisiatif dan partisipasi masyarakat Dusun Pematang Jambu. Warga bergotong royong,bahu-
membahu memberikan kontribusi demi mewujudkan sarana penghubung yang dinilai penting bagi kebutuhan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Menariknya, pembangunan ini tidak semata-mata bertumpu pada bantuan pemerintah, melainkan lahir dari kesadaran warga untuk bersama-sama membangun fasilitas yang bermanfaat bagi lingkungan mereka sendiri.
Bagi masyarakat setempat, Jembatan Boloran bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Keterlibatan warga dalam pembangunan ini juga memperlihatkan bahwa kemajuan desa tidak selalu harus menunggu program dan anggaran pemerintah. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan tujuan yang sama, pekerjaan berat pun dapat diwujudkan melalui kebersamaan.
Semangat swadaya tersebut patut mendapat apresiasi. Sebab, pembangunan yang berangkat dari kepedulian masyarakat memiliki nilai sosial tersendiri, terutama ketika hasilnya dapat dinikmati dan dirawat bersama.
Masyarakat berharap keberadaan Jembatan Boloran dapat memberikan manfaat jangka panjang, memperlancar aktivitas warga, serta mempererat hubungan sosial antarwarga Dusun Pematang Jambu.
Apa yang dilakukan masyarakat Pematang Jambu menjadi pesan sederhana namun bermakna: membangun desa bukan hanya tentang seberapa besar anggaran yang tersedia, melainkan juga tentang seberapa kuat kemauan masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong.
Dari Pematang Jambu, semangat itu kembali dibuktikan. Ketika tangan-tangan masyarakat bersatu, pembangunan bukan sekadar harapan, tetapi menjadi kenyataan.
( RED)
