Mei 24, 2026

Abu Hasan Nakhodai PBMI Lampung 2026, Fokus Konsolidasi Total dan Peningkatan Prestasi di Segala Lini

0

Tnipolrinews.com | Bandar Lampung

Babak baru sejarah olahraga beladiri Muaythai di Provinsi Lampung resmi dimulai. Abu Hasan, sosok aktivis dan pebisnis yang dikenal luas di kalangan olahragawan, secara sah dan resmi memegang kendali pimpinan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) Provinsi Lampung untuk masa bakti tahun 2026. Penetapan ini merupakan hasil keputusan bulat dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang berlangsung di ruang pertemuan kantor DPD RI Perwakilan Lampung, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Kursi kepemimpinan yang kini diduduki Abu Hasan ini diperkuat landasan hukum yang kokoh, yakni Surat Keputusan (SK) Nomor 28/2026 tertanggal 25 Maret 2026. Dokumen penting tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBMI Pusat, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. Penerbitan SK ini merupakan tindak lanjut langsung dari rangkaian agenda besar organisasi tingkat nasional yang telah digelar sebelumnya di Jakarta, tepatnya pada 10 April lalu. Saat itu, PBMI Pusat baru saja menyelesaikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Musyawarah Nasional (Munas) yang menetapkan arah kebijakan Muaythai Indonesia hingga tahun 2030 mendatang.

Dalam menjalankan amanah berat ini, Abu Hasan tidak berjalan sendiri. Ia didampingi oleh tim inti yang solid dan memiliki visi sejalan, yang terdiri dari Akbar Sigartama Indra Putra yang menjabat sebagai Sekretaris, Faisal Sanjaya di posisi Bendahara, serta Muzzamil sebagai Anggota Pengurus. Begitu mandat diterima, tim ini langsung bergerak cepat menyusun peta jalan organisasi, memastikan bahwa seluruh arah kebijakan di Lampung selaras dengan arahan pusat sekaligus responsif terhadap kebutuhan dan potensi unik yang dimiliki oleh daerah ini.

Konsolidasi Organisasi Menyeluruh dan Sinergi Lembaga

Langkah strategis pertama dan menjadi prioritas utama kepemimpinan Abu Hasan adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, terstruktur, dan berjenjang. Konsolidasi ini tidak hanya berhenti di tingkat provinsi, namun akan menjangkau hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Lampung. Sasaran utamanya adalah pembenahan struktur kepengurusan, penataan administrasi yang rapi dan akuntabel, serta pendataan ulang secara rinci terkait aset organisasi, basis data atlet, pelatih, wasit, hingga klub-klub atau tempat latihan (camp) yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami ingin membangun fondasi organisasi yang kuat, transparan, dan profesional. Tanpa struktur yang kokoh, sulit bagi kita untuk melahirkan prestasi gemilang. Setiap elemen harus terdata, terorganisir, dan tahu peran masing-masing,” tegas Abu Hasan saat memaparkan program kerjanya.

Selain membenahi sisi internal, Abu Hasan sangat menekankan pentingnya mempererat tali silaturahmi dan koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan olahraga di daerah. Hubungan sinergis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung akan terus ditingkatkan dan diperkuat. Menurutnya, dukungan dari kedua lembaga ini sangat krusial, baik dalam hal pembinaan jangka panjang, bantuan fasilitas dan sarana prasarana latihan, dukungan anggaran, maupun kemudahan akses informasi terkait kalender kejuaraan nasional dan internasional.

Tidak hanya itu, jalinan komunikasi juga akan dibuka seluas-luasnya dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta kalangan dunia usaha dan industri. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengembangan industri olahraga, pariwisata olahraga, serta manajemen bakat, sehingga Muaythai Lampung tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah saja, tetapi tumbuh menjadi ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan.

Target Prestasi: Dari Lokal ke Panggung Dunia

Di sektor pembinaan prestasi, PBMI Lampung di bawah komando Abu Hasan menyusun target yang sangat ambisius namun realistis, meliputi lingkup daerah, nasional, hingga internasional. Tahun 2026 dan 2027 diproyeksikan sebagai tahun yang padat agenda kompetisi, dan tim manajemen sudah bersiap menyusun strategi matang.

Gerbang awal pembuktian akan dimulai melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Lampung 2026. Ajang ini bukan sekadar kejuaraan biasa, melainkan berfungsi ganda sebagai ajang seleksi ketat untuk menentukan wakil Lampung yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai Championship yang rencananya digelar di Bekasi, Jawa Barat, pada awal Agustus mendatang. Selain itu, atlet-atlet terpilih juga akan dipersiapkan untuk mengikuti seri kompetisi populer seperti Laga Nyala Series “Nyala Combat” yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Tidak kalah penting, fokus utama juga ditujukan pada persiapan atlet menghadapi dua ajang akbar pekan olahraga besar di tahun ini: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan dihelat di Bandar Lampung, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II/2026 di Sulawesi Utara pada Oktober nanti. Abu Hasan mengingatkan, mengacu pada arahan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, standar pembinaan nasional akan semakin diperketat dan diuji lebih sering melalui berbagai even nasional, sehingga persiapan Lampung harus jauh di atas rata-rata.

Abu Hasan pun menyatakan optimisme tinggi. Ia menegaskan bahwa Lampung memiliki sejarah panjang dan catatan emas di kancah beladiri nasional. “Kita punya aset berharga seperti Abdul Muis, peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang juga dikenal dengan kemampuannya yang luar biasa di atas ring. Ada pula Mitra Edisyah Putra Waruwu, juara emas PON XX Papua 2021, juara Kejurnas berturut-turut 2021-2022, serta peraih perunggu kualifikasi PON 2023. Belum lagi 12 atlet andalan dari Camp UMKO Lampung Utara yang sukses meraih perak di Kejuaraan se-Sumbagsel. Potensi ini harus kita asah hingga tajam kembali,” ungkapnya penuh semangat.

Lebih jauh, para atlet terbaik Lampung juga akan disiapkan untuk menembus kancah dunia, mengingat tahun 2026 dipenuhi jadwal kejuaraan bergengsi di bawah naungan Federasi Muaythai Internasional (IFMA). Beberapa ajang tersebut antara lain Piala Terbuka Kaukasus di Armenia, Kejuaraan Dunia Mahasiswa di Brasil, Kejuaraan Dunia Senior di Malaysia dan Kosovo, hingga Kejuaraan Dunia Remaja di Yunani.

Membuka Peluang dan Penguatan di Tingkat Pusat

Guna memperluas jangkauan pembinaan dan mencari bibit-bibit baru, PBMI Lampung secara resmi membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat luas. Siapa saja yang memiliki minat, bakat, atau ingin berdedikasi mengembangkan olahraga Muaythai, baik sebagai atlet, pelatih, wasit, maupun pengurus, dipersilakan bergabung.

Sebuah kabar gembira dan kebanggaan tersendiri disampaikan Abu Hasan terkait posisi tawar Lampung di tingkat nasional. Berkat dukungan dan kepercayaan Ketua Umum PBMI Pusat, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, dua tokoh publik terkemuka asal Lampung yang juga anggota DPD RI, telah diangkat untuk mengisi posisi strategis di struktur pusat. Dr. Bustami Zainudin kini duduk sebagai anggota Dewan Penyantun PBMI, sementara Ahmad Bastian dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Barat I Sumatera.

Kehadiran dua tokoh ini dinilai akan semakin memperkuat posisi tawar dan mempermudah aliran informasi serta dukungan program dari pusat ke daerah.

Menutup pernyataannya, Abu Hasan menegaskan komitmen penuhnya. “Ini adalah momentum emas bagi Lampung. Kami bertekad membenahi organisasi dari akar rumput, memaksimalkan potensi atlet yang ada, dan menjadikan PBMI Lampung sebagai rumah besar yang nyaman, kuat, dan berprestasi bagi seluruh keluarga besar Muaythai. Langkah sudah dimulai, hasil gemilang akan kita wujudkan bersama,” pungkasnya. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *