April 19, 2026

BANGUNAN MDTA MEMPRIHATINKAN, WARGA KAMPUNG CIRIRIGI DESAK PEMKAB PANDEGLANG SEGERA LAKUKAN REHABILITASI

0

Tnipolrinees.com |

Minggu 19 April 2026 – Kondisi bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kampung Ciririgi, Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat ini dilaporkan dalam keadaan sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

MDTA tersebut digunakan oleh anak-anak di lingkungan Kampung Ciririgi sebagai sarana pendidikan keagamaan. Masyarakat setempat, tokoh agama, serta wali murid menjadi pihak yang paling terdampak dan menyuarakan keprihatinan atas kondisi tersebut.

Kondisi ini terpantau pada Minggu, 19 April 2026, dan disebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait.

Bangunan MDTA tersebut berlokasi di Kampung Ciririgi, Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kerusakan bangunan diduga terjadi akibat usia bangunan yang sudah tua serta minimnya perhatian dan bantuan rehabilitasi dari pemerintah daerah. Keterbatasan anggaran masyarakat juga menjadi kendala utama sehingga perbaikan hanya dilakukan secara seadanya dan tidak menyeluruh.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi bangunan terlihat sangat memprihatinkan. Atap sudah mulai lapuk dan berpotensi roboh, dinding mengalami keretakan, serta fasilitas belajar mengajar sangat terbatas dan jauh dari kata layak. Dalam kondisi seperti ini, para siswa tetap dipaksa belajar dengan segala keterbatasan, bahkan dengan risiko keselamatan yang mengintai.

Masyarakat setempat menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar segera turun tangan memberikan bantuan rehabilitasi. Mereka menilai, keberadaan MDTA sangat penting dalam membentuk karakter dan pendidikan agama generasi muda, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, dikhawatirkan bangunan akan semakin rusak dan dapat membahayakan keselamatan siswa serta tenaga pengajar. Selain itu, hal ini juga berpotensi menurunkan semangat belajar anak-anak di wilayah tersebut.

Warga berharap adanya langkah cepat dan konkret dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera merealisasikan pembangunan atau perbaikan MDTA tersebut demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Jurnalis: Mukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *