Dewan Mengajar di SMKN 1 Pemalang, Abdul Hamid” Siap Kerja Itu Belum Cukup, Harus Siap Dipercaya

TNIPOLRINEWS.COM, Pemalang –
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid, S.Pd.I., M.Pd.I., mengajak siswa SMK Negeri 1 Pemalang untuk mempersiapkan keterampilan (skill) dan membangun karakter kerja sejak masih duduk di bangku sekolah. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi modal penting agar lulusan SMK mampu bersaing dan dipercaya di dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Hamid dalam kegiatan Dewan Mengajar yang digelar di SMK Negeri 1 Pemalang, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menghadirkan anggota DPRD untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para pelajar.
Dalam pemaparannya, Abdul Hamid menjelaskan bahwa lulusan SMK memiliki tiga pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, yakni bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Ketiganya dikenal dengan istilah BMW (Bekerja, Meneruskan, dan Wirausaha).

Namun, menurutnya, persiapan untuk memasuki dunia kerja tidak bisa dilakukan secara mendadak setelah lulus sekolah. Sebaliknya, siswa perlu mulai membangun kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental kerja sejak awal masuk SMK.
“SMK itu bukan sekadar siap kerja, tetapi siap dipercaya. Kalau skill membuat kita mampu bekerja, karakter membuat orang menjadi percaya,” kata Abdul Hamid.
Ia juga menyoroti masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia industri atau yang dikenal dengan istilah miss and match. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab masih banyaknya pencari kerja yang belum terserap di dunia industri, meskipun tersedia lowongan pekerjaan.
Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya keterhubungan antara pendidikan kejujuran dengan kebutuhan industri di masing-masing daerah. Menurutnya, sekolah perlu terus menggali potensi industri setempat agar kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pemalang ini industri-nya apa? Supaya SMK-nya juga sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di Pemalang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Hamid menyampaikan bahwa dunia kerja membutuhkan dua aspek paling utama, yakni keterampilan teknis (hard skill) dan karakter kerja. Keterampilan teknis mencakup kemampuan sesuai jurusan, penguasaan teknologi, serta keterampilan praktik. Sementara itu, karakter kerja meliputi kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para siswa untuk memahami pentingnya membangun karakter melalui materi dengan tema “Ngopeni SMK”. Tema tersebut menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga harus mempunyai mental yang tangguh dan jujur.
“Jadi sikap, karakter, itu sudah dimulai dari SMK bahwa adik-adik sampai hari ini itu sudah membiasakan diri bahwa di SMK itu mentalnya adalah mental kerja,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala SMK Negeri 1 Pemalang, Edy Wasito, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya akan memasuki usia ke-59 pada Januari 2027 mendatang. Saat ini, SMKN 1 Pemalang memiliki 2.031 siswa dengan 178 guru dan tenaga kependidikan.
Ia menjelaskan, SMKN 1 Pemalang mengelola sejumlah program keahlian, di antaranya Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Pemasaran, Otomotif, serta Desain Komunikasi Visual (DKV).

Edy berharap kegiatan Dewan Mengajar dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada para siswa, terutama melalui materi yang disampaikan langsung oleh anggota DPRD Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, Diah Ayu Ratna Sari, S.T., M.T., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai para siswa berkesempatan mendapatkan pengetahuan dan inspirasi langsung dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Diah juga mengimbau para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif bertanya dan mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh. Menurutnya, setiap siswa, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.
“Cewek-cowok itu bisa meraih mimpi. Jadi, tentunya kita semua itu berawal dari mimpi, terus kemudian kita banyak berdoa. Tentunya niat yang tulus akan didengar oleh Allah SWT,” pungkasnya.***
Jurnalis : Suhari Putra Senja
