Juli 22, 2026

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan Perwakilan Bank Indonesia Tetap Jadi Prioritas

0

TNIPolrinews.com | BALIKPAPAN
Bank Indonesia (BI) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengesampingkan tugas utama menjaga stabilitas nilai rupiah dan stabilitas sistem keuangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, saat memberikan paparan dalam kegiatan Bincang Media 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/7/2026).

Dalam paparannya, Robi menjelaskan bahwa penguatan peran Bank Indonesia merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang memberikan mandat lebih luas kepada bank sentral.

“Bank Indonesia tetap memiliki tujuan utama mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah. Namun, melalui Undang-Undang P2SK, kami juga diberi mandat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Robi, didampingi Wahyu Setyoko (Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan), Aidha Fitria Puspitasari (Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP PUR BI Balikpapan) dan Dias Satria (Kepala Seksi Kehumasan).

Ia menjelaskan, UU P2SK merupakan regulasi yang menyelaraskan berbagai aturan di sektor keuangan sehingga memperkuat koordinasi antara otoritas dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, sebelumnya fokus Bank Indonesia lebih banyak pada aspek stabilitas moneter. Kini, dengan mandat baru tersebut, BI juga memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan yang tetap sejalan dengan fungsi utamanya.

“Dulu kami fokus menjaga stabilitas. Sekarang tugas itu diperkuat dengan amanat untuk ikut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Jadi stabilitas tetap menjadi fondasi, sementara pertumbuhan ekonomi menjadi tujuan yang harus didukung,” ujarnya.

Robi mengatakan, perubahan tersebut juga menuntut Bank Indonesia memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, maupun media.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak agar kebijakan Bank Indonesia dapat dipahami masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, baru saja mengikuti pengarahan nasional guna menyamakan persepsi dalam menjalankan mandat baru tersebut.

Selain menjaga stabilitas, BI juga akan terus memperkuat program elektronifikasi transaksi keuangan daerah, digitalisasi sistem pembayaran, serta berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

“Kami akan terus membuka informasi yang lengkap, transparan, dan berkualitas kepada masyarakat. Komunikasi menjadi bagian penting agar kebijakan Bank Indonesia dapat dipahami dan mendapat dukungan semua pihak,” tutur Robi.

Sementara itu, dalam sesi penutup, moderator kegiatan, Dias Satria ( Kepala Seksi Kehumasan) menyimpulkan bahwa penguatan tugas Bank Indonesia bukan berarti mengubah fungsi utama sebagai penjaga stabilitas, melainkan memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bank Indonesia tetap menjaga stabilitas, tetapi kini perannya diperkuat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu diperlukan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media,” ujar Dias.

Melalui penguatan mandat tersebut, Bank Indonesia Balikpapan berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Timur.
L ilik. S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *