Gunakan Unit Water Canon, Polres Tanggamus Lakukan Penyiraman dan Pembersihan Debu Vulkanik di Lingkungan Kompleks Pemkab Tanggamus

Tnipolrinews.com | LAMPUNG TANGGAMUS –
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung beberapa hari terakhir telah menjangkau wilayah Kabupaten Tanggamus, mengingat sebagian besar wilayah kabupaten ini terletak di kawasan pesisir Teluk Semaka yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda. Wilayah-wilayah seperti Kecamatan Cukuh Balak, Limau, Kota Agung, Wonosobo, Pematang Sawa, hingga Semaka secara geografis berpotensi menerima sebaran material abu vulkanik sesuai arah tiupan angin.
Saat ini sebaran abu vulkanik telah terdeteksi di berbagai titik wilayah, menumpuk di permukaan jalan dan lingkungan pemukiman. Penanganan segera diperlukan guna mencegah debu beterbangan kembali akibat lalu lintas kendaraan atau hembusan angin, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan pada masyarakat.
Sebelumnya, Polres Tanggamus telah menjalin koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, jajaran Puskesmas, Pemerintah Pekon, unsur TNI, serta pemangku kepentingan terkait. Kesiapsiagaan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan, termasuk ketersediaan personel dan kesiapan pendirian posko penanganan di titik-titik yang membutuhkan.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Tanggamus kini turun langsung melakukan penanganan di lapangan. Melalui Satuan Samapta, didukung penggunaan unit Water Canon, personel sejak pagi hari melaksanakan penyiraman dan pembersihan debu vulkanik di ruas jalan lingkungan Markas Polres Tanggamus serta area Kompleks Pemerintahan Kabupaten Tanggamus yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk upaya nyata kepolisian mengurangi dampak yang ditimbulkan.
“Sejak pagi kami telah melaksanakan penyiraman dan pembersihan sisa material abu vulkanik di jalan-jalan yang terdampak, khususnya area yang menjadi jalur perlintasan warga,” ujar AKBP Rahmad.

Pihaknya juga menegaskan kesiapan untuk tetap bersiaga dan bekerja sama dengan instansi terkait dalam penanganan pasca-erupsi.
“Kami tetap bersiaga penuh dan siap berkoordinasi serta bersinergi dengan pemangku kepentingan lain, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, dalam rangka pelaksanaan siaga bencana,” tegasnya.
Diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus meminimalkan paparan debu yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan maupun penyakit lain.
“Semoga upaya ini dapat menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi debu yang melayang di udara, serta menghindari risiko timbulnya gangguan kesehatan pada warga pasca-erupsi,” pungkas Kapolres. (Heriyadi)
