Agustus 2, 2026

Hampir Dua Pekan Susu Hilang dari Menu MBG, Ada Apa dengan SPPG Banjaran? Wali Murid Desak Penjelasan

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Pesawaran, Lampung –( 3/8/2026 ) Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pelayanan SPPG Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengaku mempertanyakan tidak lagi diterimanya susu sebagai bagian dari menu MBG. Menurut pengakuan mereka, kondisi tersebut telah berlangsung hampir dua pekan tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak penyelenggara.

Para orang tua menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Mereka menyebut susu merupakan salah satu komponen penting dalam pemenuhan gizi anak dan selama ini menjadi bagian dari menu yang diterima siswa. Ketika distribusi tiba-tiba berhenti, muncul pertanyaan yang hingga kini belum memperoleh jawaban yang jelas.

“Sudah hampir dua minggu anak kami tidak menerima susu. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.Senen ( 3/8/2026 ).

Sejumlah wali murid juga mempertanyakan apakah penghentian distribusi tersebut disebabkan kendala pasokan, persoalan teknis, atau faktor lain. Mereka berharap pengelola SPPG Banjaran tidak menutup diri dan segera memberikan penjelasan kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi yang dapat merugikan semua pihak.

Bahkan, beberapa orang tua menegaskan bahwa susu memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka berharap kualitas pelaksanaan Program MBG tidak dikurangi dengan alasan apa pun. Pernyataan sebagian wali murid yang menduga adanya motif mengejar keuntungan dalam penghentian distribusi susu merupakan pendapat mereka sendiri dan belum didukung bukti yang dapat diverifikasi.

Sorotan tersebut juga mengacu pada ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). BGN telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Standar, Penyediaan, dan Distribusi Susu pada Program Makan Bergizi Gratis sebagai pedoman apabila susu menjadi bagian dari menu MBG. Juknis tersebut mengatur standar mutu, penyediaan, dan distribusi susu agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila dalam praktiknya menu MBG di SPPG Banjaran memang telah ditetapkan menyertakan susu, maka masyarakat berharap pendistribusiannya dilakukan secara konsisten atau, apabila terdapat kendala, disampaikan secara terbuka beserta alasan dan solusi yang akan ditempuh.

Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Karena itu, transparansi pelaksanaan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Banjaran belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid. Redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dan memberikan kesempatan hak jawab kepada pihak terkait.

Apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi dari SPPG Banjaran maupun instansi berwenang, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pembaruan pemberitaan.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *