September 16, 2026

HUT TRANS-AD II HANURA KE-60, PEMDES HANURA GELAR ISTIGHOSAH DAN DOA BERSAMA

0

PESAWARAN, Tnipolrinews.com

Enam dekade perjalanan Trans-AD II Desa Hanura menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menengok perjalanan masa lalu sekaligus menatap masa depan. Di tengah rangkaian peringatan hari jadi ke-60, doa dipanjatkan sebagai ikhtiar menjaga keberkahan dan memperkuat kebersamaan.

Suasana religius terasa dalam kegiatan Istighosah dan Doa Bersama yang digelar Pemerintah Desa Hanura di Sanggar Mangliawan, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (15/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Trans-AD II Hanura ke-60.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kepala Desa Hanura Rio Remota hadir bersama jajaran perangkat desa, para kepala desa se-Kecamatan Teluk Pandan, kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, ulama, majelis taklim, serta ratusan warga dari berbagai wilayah Desa Hanura.

Bagi Pemerintah Desa Hanura, peringatan hari jadi bukan sekadar menandai bertambahnya usia. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, merawat ingatan tentang perjalanan desa, sekaligus menyatukan harapan masyarakat agar Hanura terus tumbuh menjadi desa yang semakin maju dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Rio Remota menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang masih terjaga dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Hanura.

“Terima kasih atas antusiasme masyarakat Hanura yang hadir dalam kegiatan ini. Semoga momentum ini membawa semangat baru bagi kemajuan Desa Hanura dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rio Remota.

Ia mengatakan, Istighosah dan Doa Bersama merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian HUT Trans-AD II Hanura ke-60. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keamanan, ketenteraman, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Hanura.

“Acara malam hari ini adalah istighosah dalam rangka HUT ke-60 Desa Hanura. Penceramahnya Ustadz Setiadi atau Ki Gondrong, pimpinan Majelis Bani Musa Garuntang,” kata Rio.

Menurutnya, perjalanan enam puluh tahun Desa Hanura tentu tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, peringatan hari jadi menjadi kesempatan untuk menghargai perjalanan tersebut sekaligus membangun semangat baru bagi generasi yang akan meneruskan kehidupan desa di masa mendatang.

Rio Remota berharap usia ke-60 menjadi titik penguat bagi Desa Hanura untuk terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik. Ia menilai pembangunan desa tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual, kepedulian sosial, dan persatuan masyarakat.

“Semoga Desa Hanura ke depan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Kita ingin pembangunan berjalan beriringan dengan nilai-nilai religius yang menjadi kekuatan dalam membangun Desa Hanura ke depan. Karena Hanura punya kita semua,” pungkasnya.

Di bawah suasana doa yang dipanjatkan bersama, peringatan enam dekade Trans-AD II Hanura akhirnya menemukan maknanya: bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah desa, tetapi tentang harapan yang terus diwariskan. Dari kebersamaan masyarakat, Hanura menatap masa depan dengan doa, semangat, dan keyakinan untuk terus tumbuh.

( Nasoba )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *