Jelang Kemarau, Kelompok Tani Murni Bangun Irigasi Perpompaan di Dusun Kaladana

TNIPOLRINEWS.COM –
Pemalang – Kelompok Tani Murni mulai merealisasikan pembangunan irigasi perpompaan (Irpom) bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI di area persawahan Dusun Kaladana, Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Bantuan senilai Rp155.700.000 tersebut dimanfaatkan untuk membangun rumah pompa dan jaringan saluran irigasi guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau.
Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh anggota Kelompok Tani Murni. Program ini mencakup pembangunan rumah pompa sebagai tempat penyimpanan mesin diesel pompa air agar lebih aman, sekaligus pembuatan saluran distribusi air menuju area persawahan.
Ketua Kelompok Tani Murni sekaligus Ulu-ulu Vak, Tarsono, mengatakan rumah pompa dibangun untuk melindungi mesin diesel dari risiko kerusakan maupun pencurian.
“Itu mau dibikin tempat untuk sumur dieselnya. Kemarin dari dinas katanya dibuat sekuat-kuatnya dan gembok yang sekuatnya. Terus saya punya inisiatif, nanti mesinnya saya mau bikin roda. Jadi kalau memang tidak terpakai, saya bawa pulang untuk pengamanan,” Ujar Tarsono di rumahnya, Kamis (23/7/2026).
Ia menandaskan , pembangunan melibatkan dua orang tukang, empat kenek, dan seorang mandor agar pekerjaan dapat selesai sesuai rencana.
“Itu berarti tukang dua, laden (kenek) sementara empat, mandor satu,” ujarnya.
Rumah pompa yang dibangun memiliki ukuran sekitar 3 meter x 2 meter. Setelah bangunan selesai, tahap berikutnya adalah pembuatan saluran irigasi yang akan mengalirkan air dari pompa menuju lahan pertanian milik anggota kelompok tani.
Menurutnya , bantuan dari Kementan disambut antusias para petani karena dinilai sangat membantu menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.
“Ya alhamdulillah, warga kami juga jelas menyambut dengan gembira, karena dapat bantuan itu. Apalagi ini masa-masa yang mau kekeringan,” Tandasnya.
Dengan adanya pembangunan irigasi perpompaan tersebut, petani di Desa Pedurungan diharapkan memiliki sumber air yang lebih terjamin sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski memasuki musim kemarau.
Jurnalis : Suhari dan Kustajianto
