September 5, 2026

Maulid Nabi 1448 H, Pimpinan Pengajian Nurtajli Padang Cermin Ajak Jamaah Menghidupkan Cinta Rasul Lewat Ilmu dan Akhlak

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Pesawaran — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dusun Duwakha, Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui ilmu agama dan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan Pimpinan Pengajian Nurtajli Padang Cermin, Ustadz Mahyanuddin, saat memberikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi yang berlangsung di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jumat malam, 4 September 2026.

Ustadz Mahyanuddin mengajak jamaah agar tidak menjadikan Maulid Nabi sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan kelahiran Rasulullah SAW semestinya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, sehingga umat memiliki pedoman dalam membedakan perkara yang halal dan haram.

“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus mengingat kembali perjuangan, ajaran, dan akhlak beliau. Peringatan Maulid tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah melalui shalawat, mempelajari sirah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial,” ujar Ustadz Mahyanuddin.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui ucapan dan lantunan shalawat. Cinta kepada Nabi seharusnya tercermin dalam perilaku, terutama dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama, kata dia, merupakan nilai-nilai yang perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat. Nilai tersebut tidak cukup hanya disampaikan dalam majelis, tetapi harus hadir dalam sikap dan perbuatan.

“Rasulullah SAW adalah teladan dalam kehidupan. Karena itu, semangat Maulid hendaknya mendorong kita untuk memperbaiki diri, memperkuat ilmu, dan menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Di penghujung tausiyah, Ustadz Mahyanuddin berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi titik perubahan bagi setiap jamaah. Dari kehidupan yang sebelumnya diselimuti ketidaktahuan, umat diharapkan melangkah menuju kehidupan yang diterangi ilmu dan pemahaman agama.

“Semangat Maulid Nabi harus membangkitkan semangat kita untuk berubah. Jika sebelumnya kita masih berada dalam zaman jahiliyah, mari berubah menjadi orang yang cerdas, menjadi orang yang terang dengan ilmu,” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut dihadiri jamaah Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Dusun Duwakha serta jamaah Masjid Al-Musabbihin dari Dusun Induk, Desa Hanau Berak. Kegiatan berlangsung khidmat dalam suasana kebersamaan.

Rangkaian acara dipandu oleh Ustadz Apin, Pimpinan Pengajian Iqrok dan Al-Qur’an Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Imam Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Haji Mat Lauwi.

Maulid pun berakhir dalam doa. Namun, pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti di dalam masjid. Cinta kepada Rasulullah SAW hendaknya tumbuh menjadi ilmu, ilmu melahirkan akhlak, dan akhlak menjadi jalan perubahan dalam kehidupan.

(Nasoba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *