Memilih Calon Pemimpin

Sidoarjo, TNIPOLRINEWS.COM –
saya bukan seorang politisi, saya hanya sebagai aktivis, penulis, dan pewarta
Saya terlibat dalam politik karena saya pikir politik itu mesti diasuh dengan argumen yang terbaik
siapa saja yang mempunyai argumen terbaik, dai boleh ajukan itu sebagai dahlil, dan tidak boleh ada sentimen
saya akan terus kasih kritik, saya akan terus kasih argumen, supaya ada kesetaraan orang beragumen, supaya argumen nya bagus, bukan karena pendukungnya yang bagus
saya terus menerus mengatakan, bahwa untuk memilih calon pemimpin, calon kepala desa, calon bupati, calon apa saja

Pakai prinsip pertama, bukan elektabilitas, tapi etikabilitas, calon pemimpin ini pernah berbohong tidak, pernah nyolong tidak
Kalau etikabilitas nya dia lolos, kita uji yang ke dua intelektualitas nya, karena dia mesti berdebat dengan pemimpin di luar daerah nya
Itu pentingnya latihan perdebatan, dasar perdebatan adalah kontruksi untuk berpikir, dasar perdebatan adalah kemampuan untuk mengelola pikiran, bukan sekedar untuk retorika tapi dengan logika
jadi untuk memilih calon pemimpin, kepala desa misalnya, dia lolos etikabilitas nya, okey moralnya bagus, tunggu dulu belum selesai, apakah beliaunya mampu untuk mengunyah konsep ilmu pengetahuan dan sejarah
Jadi loloskan dia secara etikabilitas, loloskan dia secara intelektualitas, baru kemudian kita izinkan dia diuji elektabilitas nya, begitu logikanya*
Arif Garuda
