Oktober 10, 2026

MENJAGA PANEN, MERAWAT KETAHANAN PANGAN: LANGKAH NANDA INDIRA MEMPERKUAT PERTANIAN PESAWARAN

0

PESAWARAN, Tnipolrinews.com //

(10/10/2026) — Ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada luasnya lahan persawahan, tetapi juga pada ketangguhan petani, ketersediaan air, serta pendampingan yang berkelanjutan. Komitmen inilah yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira B., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam meningkatkan kemampuan petani mengelola usaha tani secara efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Nanda saat menghadiri panen raya padi Kelompok Tani Ragom Mufakat di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat langsung capaian petani sekaligus menguatkan upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

Menurut Nanda, keberhasilan mempertahankan swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama. Petani menjadi ujung tombak produksi, sementara pemerintah, penyuluh, dan para pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menyediakan dukungan, pembinaan, serta solusi atas berbagai kendala di lapangan.

“Keberhasilan Pesawaran dalam mempertahankan swasembada pangan merupakan hasil kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pendampingan kepada petani harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian semakin meningkat,” kata Nanda.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Ragom Mufakat, para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga produktivitas pertanian di Bumi Abdan Jejama.

Bagi Nanda, pembinaan petani tidak cukup hanya dilakukan ketika musim panen tiba. Pendampingan yang berkesinambungan diperlukan agar petani mampu menghadapi perubahan cuaca, mengelola lahan secara optimal, mengendalikan hama, serta menerapkan langkah-langkah budidaya yang mendukung peningkatan hasil produksi.

Optimisme terhadap sektor pertanian tersebut tercermin dari capaian panen Kelompok Tani Ragom Mufakat. Di tengah musim kemarau berkepanjangan, petani di Desa Bernung justru mencatat peningkatan hasil panen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Kelompok Tani Ragom Mufakat, Edi Irwansyah, mengungkapkan bahwa lahan persawahan yang dikelola kelompoknya mencapai sekitar 30 hektare. Pada musim panen tahun ini, produktivitas padi mencapai 5–6 ton lebih per hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 3 ton per hektare.

“Untuk luasan lahan sawah di sini sekitar 30 hektare. Dalam satu hektare, padi yang dihasilkan pada tahun ini bisa mencapai 5 sampai 6 ton lebih. Tahun sebelumnya, dalam satu hektare paling hanya 3 tonan,” ujar Edi.

Menurut Edi, peningkatan hasil tersebut turut didukung program pipanisasi Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang membantu memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau. Dukungan pengairan itu membuat petani dapat menjaga keberlangsungan kegiatan budidaya tanpa mengalami kekurangan air yang berarti.

“Tahun ini kami cukup bersyukur. Meskipun kemarau panjang melanda, permasalahan air bisa teratasi karena adanya pipanisasi dari pemda. Hal ini membuat semua pemilik lahan tidak mengalami kekurangan air sama sekali. Kemudian, hama pada tahun ini juga tidak seberapa dibandingkan tahun lalu,” kata Edi.

Pengalaman petani di Bernung memperlihatkan bahwa dukungan infrastruktur pengairan memiliki peran strategis dalam menjaga produksi pangan di tengah tantangan iklim. Ketersediaan air yang memadai, ditopang pengelolaan lahan dan pendampingan teknis, menjadi bagian penting dalam mempertahankan produktivitas pada musim tanam berikutnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran, capaian tersebut menjadi penguat bahwa pembangunan pertanian membutuhkan kerja nyata yang menyentuh kebutuhan petani. Sinergi pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan terus berkembang, tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan.

Melalui penguatan pendampingan, dukungan pengairan, dan pembinaan yang berkelanjutan, Nanda Indira mendorong agar petani Pesawaran semakin berdaya, produktivitas pertanian terus meningkat, dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. Sebab, di balik setiap bulir padi yang dipanen, terdapat kerja keras petani dan tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlanjutan pangan bagi masyarakat.

(Nasoba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *