Oktober 20, 2026

NANDA INDIRA PERKUAT KOMITMEN PESAWARAN PERANGI NARKOTIKA, SINERGI PENEGAKAN HUKUM DIPERLUAS

0

PESAWARAN, Tnipolrinews.com β€”

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberantasan narkotika dan pencegahan tindak kriminalitas melalui penguatan sinergi lintas sektor. Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menempatkan kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam melindungi generasi muda serta menjaga keamanan lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka seiring pelaksanaan pemusnahan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penegakan hukum sekaligus momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif mengenai bahaya narkotika dan berbagai bentuk tindak pidana di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Kejari Pesawaran memusnahkan barang bukti dari 47 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Perkara tersebut mencakup tindak pidana narkotika, tindak pidana terhadap harta benda, serta perkara yang berkaitan dengan keamanan negara dan ketertiban umum.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 161,7004 gram, ganja 162,89 gram, tembakau sintetis 18,965 gram, satu pucuk senjata api beserta empat butir amunisi, senjata tajam, 10 unit telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Bupati Nanda Indira menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan semata-mata kepada aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar upaya pencegahan berjalan berkesinambungan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang sosial yang lebih luas.

Menurutnya, penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang berpotensi merusak masa depan generasi muda. Karena itu, langkah penindakan perlu berjalan beriringan dengan edukasi, pengawasan, serta pembentukan kesadaran masyarakat sejak dini.

β€œHal ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, terlindungi dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Penekanan tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi persoalan narkotika. Penegakan hukum diperlukan untuk menindak pelanggaran, sementara pencegahan dan edukasi menjadi fondasi untuk membangun ketahanan masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran barang terlarang.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Kejari Pesawaran, Umi Kalsum, menyampaikan bahwa penanganan perkara narkotika menjadi pengingat bahwa ancaman peredaran zat terlarang masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, upaya memutus mata rantai peredaran narkotika memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Kejari Pesawaran turut mengembangkan langkah preventif melalui edukasi mengenai bahaya narkotika, termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui program Jaksa Masuk Sekolah. Program tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan kesadaran hukum kepada pelajar sekaligus mendorong generasi muda agar mampu mengenali risiko dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Bagi Kabupaten Pesawaran, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku tindak pidana, tetapi juga pada pencegahan agar dampak sosial narkotika tidak semakin meluas.

Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa masa depan daerah turut ditentukan oleh kemampuan masyarakat melindungi generasi penerusnya. Semangat Bumi Andan Jejama menjadi pengingat bahwa keamanan, ketertiban, dan perlindungan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi serta kepedulian berkelanjutan.

( Nasoba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *