Panen Perdana Bawang Putih di Ulubelu Berhasil Gemilang, Polres Tanggamus Bersama Mitra Capai Hasil Hingga 5 Ton dari Lahan Seluas Hampir 7 Ribu Meter Persegi

Tnipolrinews.com | TANGGAMUS –
Sebuah keberhasilan gemilang tercatat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Polres Tanggamus bersinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus melaksanakan kegiatan panen perdana bawang putih varietas unggul Sanggah Sembalun. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita di lahan pertanian seluas 6.700 meter persegi atau setara 0,67 hektare yang terletak di wilayah Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, pada hari Selasa, 4 Agustus 2026.
Setelah melalui masa pemeliharaan yang terarah selama sekitar 100 Hari Setelah Tanam (HST), kelompok tani binaan bersama tim pendukung berhasil mengumpulkan hasil panen yang melimpah, yakni berkisar antara 3 ton hingga mencapai 5 ton bawang putih berkualitas baik. Acara ini menjadi bukti nyata pelaksanaan program Gugus Tugas Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Momen penting ini dihadiri langsung oleh Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., didampingi Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Agus Setyo Utama, S.T., M.M., seluruh unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, perwakilan Perum Bulog, Badan Pusat Statistik, Pertamina Panas Bumi Energi, PT Gunung Tiga, Perusahaan Umum Pupuk Indonesia, para petani yang tergabung dalam kelompok tani setempat, serta warga masyarakat Pekon Datarajan yang antusias turut merayakan keberhasilan tersebut.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada proses pengambilan hasil panen saja. Turut dilaksanakan penyuluhan dan pembelajaran mengenai teknik budidaya bawang putih yang benar dan berkualitas, dialog terbuka untuk menampung harapan serta kendala yang dialami petani, serta pengecekan kualitas hasil panen secara mendalam. Selanjutnya bawang putih yang telah dipanen akan melalui tahap pengeringan secara bertahap di tempat penjemuran yang telah disiapkan di Pekon Datarajan, sebelum akhirnya disimpan dan dikumpulkan di pusat penyimpanan komoditas yang ada di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulu Belu agar kualitas tetap terjaga hingga didistribusikan.
Dalam keterangannya, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengingatkan kembali bahwa penanaman perdana dilakukan tepat pada tanggal 21 April 2026 bersama kelompok tani binaan secara terpadu. Keberhasilan panen kali ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam mendukung dan melengkapi upaya pemerintah mewujudkan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.
“Kini kami telah melaksanakan panen perdana bersama seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat. Tiga bulan silam, tepatnya tanggal 21 April 2026, kami mulai menanam di lahan seluas hampir 7 ribu meter persegi ini. Alhamdulillah, hasil yang diperoleh sangat memuaskan dan melampaui harapan awal. Pengembangan budidaya bawang putih ini merupakan wujud nyata kehadiran Polres Tanggamus bersatu dengan para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Rahmad Sujatmiko dengan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, keberhasilan yang dicapai tidak luput dari perhatian pihak luar daerah yang berkompeten. Tim peninjau dari Kementerian Pertanian serta kelompok tani perintis asal daerah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, telah turun langsung meninjau lokasi pertanian dan memberikan penilaian yang sangat positif terhadap cara pengelolaan tanaman serta mutu hasil panen yang diperoleh petani di wilayah Ulubelu.
“Tim ahli dari Kementerian Pertanian dan kelompok tani asal Sembalun menegaskan bahwa budidaya yang kami jalankan di Ulubelu berjalan sangat baik dan berhasil. Hasil panen yang terkumpul dapat dikelompokkan menjadi kualitas terbaik Kelas A, kualitas menengah Kelas B, hingga kualitas layak konsumsi Kelas C. Apresiasi ini menjadi dorongan semangat yang kuat agar kami terus berupaya memperluas dan meningkatkan mutu komoditas bawang putih di seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus,” tambahnya.

Menurut penjelasan Kapolres, data dan pengalaman selama masa tanam serta hasil panen yang baru saja diperoleh akan dicatat secara rinci sebagai bahan kajian dan evaluasi menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan cara bertani pada musim tanam yang akan datang. Bersama pemerintah daerah, pihak kepolisian berjanji akan terus meningkatkan kualitas pengolahan tanah, menjalin kerja sama yang lebih erat dan luas dengan berbagai pihak terkait, serta menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi kelompok tani agar kemampuan bertani semakin meningkat dan usaha pertanian bawang putih berkembang pesat dan berkelanjutan.
“Ke depannya, segala hal yang telah berjalan baik akan kami pertahankan, sementara kekurangan yang ditemukan akan kami perbaiki demi hasil yang lebih maksimal. Kami akan meningkatkan kesuburan lahan, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta membimbing petani secara terus-menerus, sehingga budidaya bawang putih baik di wilayah Ulubelu maupun daerah lain yang berpotensi dapat tumbuh makin maju dan memberikan manfaat luas,” tegasnya menutup pernyataan.
Sementara itu, Bupati Tanggamus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif yang digagas Polres Tanggamus dan dilaksanakan bersama kelompok tani dalam mengembangkan tanaman unggulan ini di daerah yang memiliki ketinggian dan iklim sejuk khas Ulubelu. Menurut beliau, keberhasilan panen perdana ini membuktikan secara nyata bahwa wilayah tersebut memiliki keunggulan alam yang dapat dikembangkan menjadi pusat penghasil bawang putih terkemuka di Provinsi Lampung.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Tanggamus dan seluruh kelompok tani yang telah bekerja keras dan tekun. Kita semua dapat melihat hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik ini secara langsung. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan lahan tambahan seluas beberapa hektare untuk dikembangkan kembali sebagai lahan tanam bawang putih, karena kami yakin kondisi lingkungan Ulubelu sangat mendukung pertumbuhan tanaman ini dengan hasil yang optimal,” ujar Bupati Saleh Asnawi.
Beliau juga menekankan bahwa komoditas bawang putih layak dikembangkan secara luas karena memberikan keuntungan ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Selain itu, masa tanam yang relatif singkat, hanya berkisar antara tiga hingga empat bulan, menjadikan tanaman ini pilihan tepat untuk menambah sumber pendapatan warga selain tanaman perkebunan utama seperti kopi dan komoditas lainnya yang sudah lama dibudidayakan.
“Kami akan terus mendampingi dan mendukung petani di Ulubelu dalam setiap tahap pengembangan usaha pertanian ini. Program yang telah dimulai dan dikembangkan bersama Polres Tanggamus akan terus kami dorong perkembangannya agar jangkauan lahan semakin meluas, mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat luas, sekaligus turut menjaga dan memperkokoh ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah,” pungkas Bupati mengakhiri keterangannya. (Heriyadi)
