Pelestarian Hutan Mangrove Kota Langsa, Mahasiswa Universitas Samudra Soroti Fungsi Ekologi dan Edukasi

LANGSA | Tnipolrinews.com –
Pelestarian hutan mangrove di Kota Langsa, Provinsi Aceh, menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain berfungsi mencegah abrasi pantai dan menjadi habitat berbagai fauna, kawasan mangrove juga memiliki potensi ekonomi melalui sektor pariwisata serta nilai edukasi bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Berbagai manfaat tersebut terungkap dalam kegiatan wawancara dan observasi lapangan yang dilakukan kelompok mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Samudra Angkatan 2025 Unit 05 di kawasan Wisata Hutan Mangrove Kota Langsa, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran di bawah bimbingan dosen pengampu Arifah Prima Satrianingrum, S.Pd., M.Pd. Kelompok mahasiswa tersebut terdiri dari Annisa Ramadhani (250410260), Erlanda Putri (250410291), Flora Aulia (250410280), Nadila Syavira (250410170), dan Joice Lumban Gaol (250410188).
Dalam observasi tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah perkembangan kawasan mangrove, jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh di dalamnya, serta peran penting ekosistem tersebut bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Berdasarkan keterangan narasumber, Romi Irawan, selaku petugas lapangan Pos 3 Wisata Hutan Mangrove Langsa, kawasan ini memiliki keunikan tersendiri, terutama pada bentuk akar mangrove yang beragam. Struktur akar tersebut merupakan bentuk adaptasi tumbuhan terhadap kondisi lingkungan pesisir yang berlumpur dan dipengaruhi pasang surut air laut.
Keberadaan mangrove juga berperan penting dalam menjaga kestabilan garis pantai, mengurangi risiko abrasi, serta menyediakan tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis fauna pesisir. Dengan demikian, kelestarian kawasan ini memiliki arti penting bagi keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan biota di sekitarnya.
Selain memiliki fungsi ekologis, Hutan Mangrove Kota Langsa juga menyimpan cerita mengenai perkembangan kawasan tersebut. Sejarah pembentukannya berawal dari gagasan Wali Kota Langsa pada masa itu untuk menghidupkan kembali kawasan pelabuhan.
Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu ikon Kota Langsa yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Keberadaan hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui kegiatan wisata alam.
Bagi mahasiswa PGSD Universitas Samudra, observasi langsung ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa dapat melihat secara nyata bentuk adaptasi tumbuhan mangrove, mengenali fungsi ekologisnya, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Kawasan mangrove juga dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik sekolah dasar.
Melalui kunjungan lapangan, pengamatan tumbuhan, dan pengenalan habitat fauna, mahasiswa dapat mempelajari ilmu pengetahuan alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh di sekolah dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Di balik berbagai manfaatnya, kelestarian hutan mangrove tetap menghadapi tantangan, terutama pencemaran sampah plastik dan risiko eksploitasi sumber daya secara berlebihan. Sampah yang menumpuk di kawasan pesisir berpotensi mengganggu pertumbuhan mangrove dan mengancam kehidupan fauna yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Oleh karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi lingkungan, kegiatan gotong royong membersihkan kawasan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.
Keterlibatan pemerintah, petugas pengelola, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga keberadaan hutan mangrove.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa PGSD Universitas Samudra Angkatan 2025 Unit 05 diharapkan semakin memahami bahwa hutan mangrove bukan sekadar kawasan wisata, melainkan aset lingkungan yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Menjaga kelestarian mangrove berarti menjaga masa depan kawasan pesisir. Dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, manfaat Hutan Mangrove Kota Langsa diharapkan dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
(Nasoba )
