April 17, 2026

Pererat Tali Silaturahmi TP PKK Kelurahan Wonokromo Surabaya, Menggelar Halal Bihalal, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M

0

Surabaya, Tnipolrinews.com |

Untuk mempererat tali silaturohmi, serta meningkatkan pemberdayaan kegiatan anggota pada masyarakat, TP PKK Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, menggelar kegiatan Halal Bihalal, yang diisi dengan ceramah serta berbagai tampilan lainnya yang bernuansa religi.

“Kegiatan yang damai, hangat dan penuh kekeluargaan ini berlangsung di lantai UG Royal Plaza Wonokromo, jalan A. yani Surabaya.

Acara Halal Bihalal mengangkat tema :
“Mempererat Silaturohmi dan Kebersamaan dalam Mewujudkan Perempuan Tangguh, Kreatif dan Berdaya”

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintahan kelurahan Wonokromo antara lain: Lurah, Kasi Kesra,Ketua TP PKK beserta kader, para ketua PKK RW, ketua RW se- kelurahan, ketua IPSM dan Babinsa.

Turut hadir pula camat Wonokromo, sekcam dan kasi kesra, perwakilan dari sekolah SMKN 1, SMK PGRI 5 dan MI Yapiston Surabaya, serta tamu undangan lainya.

Momentum ini menjadi ajang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal organisasi yang selama ini aktif dalam memberikan pendampingan kegiatan sosial masyarakat sebagai mitra.

Sejak pukul 10.30 WIB acara diawali dengan lantunan suara irama Banjari yang dibawakan oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah Yapiston dari Wonokromo surabaya, hingga berlanjut pada acara pembukaan yang dibawakan oleh MC Ning Fatimah secara seremoni, berurutan diawali dari pembacaan susunan acara, menyanyikan lagu wajib Indonesia raya dan Mars PKK dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh siwa SMA PGRI5 Surabaya dan diteruskan do’a.

Berikutnya dilanjutkan penampilnan dari TP PKK oleh anggota, dengan meragakan gerak dan lagu religi yang mendapatkan sambutan meriah dengan apresiasi tepuk tangan dari pengunjung.

Lurah kelurahan wonokromo, ibu Prima Sri Poerwiendari SE memberikan sambutan, dengan menyampaikan beberapa hal. Pertama mengucapkan terimakasih atas atas kehadiran para undangan yang telah meluangkan waktunya.Kedua terimakasih kepada tim panitia yang telah bekerja keras hingga dapat terlaksana acara ini.

Ketiga terimakasih kepada pihak terkait yang mendukung acara ini, diantaranya nanagemen Royal Plaza yang telah menyediakan sarana dan prasarana, baik tempat maupun perlengkapan lainnya,serta keamanan sebagai dukungan adanya rasa aman. Ibu Prima juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi khususnya PKK ini.

Kita harus terus menjaga silaturahmi yang sudah terbangun dengan baik. Kebersamaan ini memunculkan kekuatan energi positif, sebagai modal dalam interaksi, untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. Selain itu, sinergi antar lembaga juga perlu terus ditingkatkan demi kemajuan bersama, tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya sebagai tradisi pasca Idul Fitri, tetapi memiliki makna strategis sebagai forum evaluasi dan koordinasi rutin, untuk melakukan menyusun langkah-langkah ke depan, agar kinerja organisasi semakin profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, tutupnya.”

Ditengah perjalanan acara, Bunda PAUD Kelurahan Wonokromo (Ibu Prima Sri Poerwiendari SE) mendampingi ibu camat Wonokromo (Rerry Setianingtyaswati S.H.) yang sedang mengunjungi stand pameran karya anak didik dari SMKN 1 dan SMKPGRI5 Surabaya.

Dalam kunjungan tampak keakrapan antara ibu dan anak, sesekali ibu Rerry ikut mencoba melakukan pekerjaan tangan dari siswa tersebut sebagai penyemangat.

Acara tetap berlangsung,
seluruh peserta tampak antusias untuk mengikuti rangkaian acara inti yaitu Ceramah Agama yang disampaikan oleh Ustadz Dedik Abdul Azis Muslim S.H. dari Surabaya, dengan gaya khasnya dominan menggunakan bahasa Jawa yang ceplas ceplos penuh humoris, sehingga suasana selalu hidup penuh dengan “geerrr’ tanpa bosan.

Dalam ceramahnya, sesui potongan dari bagian tema diantaranya, menyinggung tentang ‘…Mewujudkan Perempuan Tangguh, Kreatif dan Berdaya’ , ustadz apresiasi dan sangat suport serta mendukung agar tema tersebut terwujud dengan nyata.Tema tersebut sangat tepat dan tidak ada yang tidak mungkin, dunia harus mengakui fakta saat ini, melihat perempuan banyak yang tangguh, itu artinya sudah tercapai wujud yang lahir melalui prestasi.

Tidak usah jauh jauh, ditempat pertemun ini saja ada beberapa perempuan yang karirnya sukses dan berprestasi, diantaranya dua pemangku wilayah di wonokromo ini sedang menjabat sebagai Lurah dan Camat. Ini suatu bukti yang nyata.

Dengan prestasi yang dicapai melalui karir, itu artinya ada dua tanggung jawab yang diemban oleh perempuan, satu kedinasan kedua rumah tangga.
Perempuan tidak bisa menghindari kodratnya saat berada dirumah, punya tanggung jawab wajib mengurus anak dan melayani suami dan ini memerlukan ketangguhan, kreatif dan berdaya, jelasnya.

Berikutnya, ustadz juga mengupas tentang akidah kehidupan bermasyarakat yang terkait dengan peringatan Halal Bihalal yang terjadi di Indonesia hingga menjadi sebagai tradisi yang melekat selama bertahun tahun.

Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa menurut ustadz Dedik bahwa Halal Bihalal menjadi makna filosofi budaya sakral, tatkala kegiatannya dapat diterima dan didukung, serta dinantikan oleh masyarakat, sebagai bentuk keiklasan yang paling dalam dari lahir dan batin.

Puncak acara terjadi saat pada hari kemenangan tiba yang disebut dengan Idul fitri. Momen tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pertemuan bersama keluarga dan saudara yang datang dari jauh, dengan para tetangga terdekat, untuk saling halal bihalal atau dalam bahasa jawa, populer dengan sebutan ‘Unjung – unjung’.

Dengan melakukan halal bihalal atau apapun istilahnya, masyarakat menjadi lega karena telah melakukan niatnya dengan tulus. Ustadz Dedik menggambarkan, bagaimana bila antar tetangga dekat terjadi persetetuan berkepanjangan, pasti akan terjadi hal yang membuat bingung dan rugi sendiri, akibat mempertahankan ego masing-masing.

Sebagai akhir ceramahnya bahwa, untuk membuka jalan ampunan atas kesalahan terhadap sesama umat manusia, tidaklah mudah dan tidak tau apakah sudah atau belum mendapat ampunan tapi, kalau ampunan kesalahan atau dosa pada Allaah SWT , pasti dikabulkan karena Allah SWT maha pengampun yang tak pernah dusta.

Kesimpulan yang disampaikan sebagai penutup ceramah, kalau kita ingin hidup nyaman dan tenang, hindari pertengkaran dengan keluarga sendiri atau dengan tetangga terdekat, pesannya.”
Ceramah ditutup dengan do’a oleh ustadz Dedi.

Sementara sesi acara terakhir adalah ramah tamah yang diisi dengan foto bersama.

Sambil menutup acara, Ning Fatimah selaku MC, mengatakan bahwa, melalui kegiatan ini, PKK menunjukkan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga responsif dan siap hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan bersama warga masyarakat.
Triwono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *