Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dinas Pendidikan Buton Tengah Matangkan Strategi Penanganan Anak Tidak Sekolah

TNIPolrinews.com | BUTON TENGAH –
Komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah menggelar rapat koordinasi dalam rangka mendukung percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) ini berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah pada Senin (6/7/2026). Rapat koordinasi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya unsur Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kementerian Agama (Kemenag), serta Koordinator Pengawas (Korwas).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah, Dr. La Ode Amaluddin, S.Pd., M.Pd., diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal, Susiati, S.Pd.SD.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Susiati menegaskan bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah merupakan agenda bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada sektor pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas instansi, mulai dari validasi data kependudukan, pemberdayaan masyarakat, hingga penyusunan kebijakan yang terintegrasi dan tepat sasaran.
“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarlembaga dalam mengidentifikasi, mendata, serta mengembalikan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan ke satuan pendidikan sesuai dengan hak dan kebutuhannya,” ujar Susiati.
Selain menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Buton Tengah. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah optimistis upaya penanganan Anak Tidak Sekolah dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, semakin banyak anak memperoleh kembali haknya atas pendidikan yang layak, sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
L ilik. S
