September 10, 2026

Sebanyak 1111 Pepes Megono Gandul dalam Haul Mbah Kramatjati Sarwodadi Comal

0

Pemalang, tnipolrinews.com |

Haul Mbah Kramatjati Sarwodadi dimeriahkan dengan memajang 1111 Pepes Megono Gandul di depan cungkup makam. Berlangsung di Halaman Cungkup Mbah Kramatjati Desa Sarwodadi Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang Jawa Tengah pada Kamis Sore, 10-9-2026.

Pantauan jurnalis tnipolrinews.com, ratusan Warga Desa Sarwodadi memadati halaman dengan duduk beralas plastik dan tikar. Warga duduk bicara lirih sambil menunggu tauziah kiai dan menunggu 1111 Pepes Megono Gandul yang akan dibagikan.
Sebelah Timur Cungkup terdapat Makam Mbah Singo Dikromo dan Mbah Abdurahman (mantan Kepala Desa Sarwodadi) bersama istri.

Gelegar Prakosa mewakili pengurus Mbah Kramatjadi dan Panitia Haul Mbah Kramatjati menyampaikan bahwa Pepes Megono Gandul sebanyak 1111 pepes berarti gandulaning (tergantung) urip hanya kepada Allah SWT.

Kepala Desa Sarwodadi diwakili Sekretaris Desa Tarsoni menyampaikan bahwa peringatan Maulud Nabi dan Haul Mbah Kramatjadi Sarwodadi merupakan momen penting bagi warga.

Lanjut Tarsoni bahwa pada hari ini sudah kesekian kali diadakan haul yang dihadiri oleh segenap warga.

Hadir Dinas Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Forkopincam Comal dan jajaranya, Pemerintah Desa Sarwodadi beserta BPD, PKK, Ketua RT dan RW dan karangtaruna serta tamu undangan.

Sekcam Comal Trimanto, AP menyampaikan bahwa ahlak Kanjeng Nabi kita Muhammad SAW yang baik bisa dijadikan contoh bagi umatnya.

“Karena mendoakan para leluhur dengan iklash semoga kita dapat pahala,” ungkapnya.

Tauziah yang disampaikan oleh Kiai Nur Fuad bahwa mendoakan orang lain mendoakan leluhur yang telah tiada, jangan ragu-ragu sebab akan dapat pahala.

Lanjut Kiai Nur bahwa Warga Desa Sarwodadi dan semua yang hadir dalam Haul Mbah Kramatjadi tetap bahagia sehat dan sejahtrera hidupnya.

“Warga Kaso atau Sarwodadi terkenal jujur ucapanya. Misalnya pinjam sepeda buat beli rokok, apa yang terjadi, sepeda tersebut untuk bayar rokok, tapi itu dulu,” ungkapnya.

Disela-sela tauziah, mengalunkan pujian kepada nabi dengan iringan rebana yang menggetarkan hadirin.

(Kustajianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *