November 5, 2026

Aisa Tangahu: Penjahit Bendera Pusaka Merah‑Putih, Srikandi Perjuangan Gorontalo

0

Gorontalo, Tnipolrinews.com |

5 November 2026 — Di balik perjuangan para pahlawan laki‑laki yang terkenal, tersimpan kisah keteguhan hati Aisa Tangahu, penjahit bendera pusaka Merah‑Putih tahun 1942. Ia adalah srikandi yang tabah menanggung penderitaan panjang mendampingi perjuangan suaminya Nani Wartabone, melewati masa Hindia‑Belanda, pendudukan Jepang, masa NICA, hingga tahun‑tahun pasca‑kemerdekaan.

Sepanjang rentang sejarah itu, Aisa Tangahu tidak hanya menjaga keluarga di tengah bahaya dan kesulitan. Dengan tangannya ia menjahit bendera Merah‑Putih yang menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Gorontalo untuk membebaskan diri dari penjajahan. Kesetiaan dan keteguhan hatinya menjadi tiang penyangga perjuangan suaminya sekaligus perjuangan masyarakat sekitarnya.

Berdasarkan bukti‑bukti sejarah yang telah dikumpulkan, masyarakat dan pemerhati sejarah mendesak Pemerintah Daerah Gorontalo, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk segera mengajukan usul penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Aisa Tangahu.

Permintaan ini bertujuan agar jasa‑jasanya tidak hanya tersimpan dalam catatan lama, tetapi diakui secara resmi oleh negara. Pengakuan ini juga menjadi pesan bagi generasi muda: perjuangan kemerdekaan tidak lahir dari perjuangan laki‑laki saja, melainkan juga dari pengorbanan para srikandi yang setia mendampingi dan berjuang di balik layar.
( SR 01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *