November 5, 2026

INFLASI BALIKPAPAN MENINGKAT, PPU MELANDAI

0

TNIPolrinews.com | Balikpapan –

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan menunjukkan peningkatan inflasi, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat deflasi pada Oktober 2026. IHK Kota Balikpapan pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm), lebih tinggi dibandingkan September 2026 yang sebesar 0,08% (mtm). Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan deflasi sebesar 0,18% (mtm), setelah pada September 2026 tercatat inflasi sebesar 0,56% (mtm). Perkembangan inflasi Kota Balikpapan terutama disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura dan tarif angkutan udara, sedangkan deflasi Kabupaten PPU terutama didorong oleh penurunan harga komoditas ikan, daging ayam ras, dan aneka bawang. Secara tahunan, inflasi Kota Balikpapan tercatat sebesar 4,06% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,93% (yoy). Sementara itu, inflasi tahunan Kabupaten PPU tercatat sebesar 4,50% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,18% (yoy). Realisasi inflasi tahunan kedua wilayah tersebut berada di atas inflasi gabungan empat kabupaten/kota IHK di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 4,04% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 3,23% (yoy). Adapun inflasi tahun kalender hingga Oktober 2026 masing-masing tercatat sebesar 2,71% (ytd) di Kota Balikpapan dan 3,92% (ytd) di Kabupaten PPU.

Selanjutnya, inflasi yang terjadi di Kota Balikpapan pada Oktober 2026 terutama dikontribusikan dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0, 06% (mtm). Adapun lima komoditas utama penyumbang inflasi tertinggi adalah Sawi Hijau, Jagung Manis, Kacang Panjang, Tomat, dan Angkutan Udara. Sawi Hijau dan Kacang Panjang mengalami peningkatan harga disebabkan oleh menurunnya pasokan dari petani lokal di Balikpapan dan wilayah sekitarnya, akibat kondisi cuaca El Niño yang memengaruhi tingkat produksi. Jagung Manis dan Tomat mengalami peningkatan harga, disebabkan oleh menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi (Jawa Timur dan Sulawesi Selatan), sebagai dampak kondisi cuaca El Niño yang memengaruhi tingkat produksi, di tengah masih tetap kuatnya permintaan. Tarif Angkutan Udara meningkat seiring diberlakukannya kembali fuel surcharge maksimal 40% dari tarif batas atas mulai 1 Oktober 2026, sejalan dengan rata-rata harga avtur yang mencapai Rp23.315 per liter.
Di sisi lain, penyumbang deflasi di Kota Balikpapan terutama bersumber dari Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga dengan andil sebesar 0,02% (mtm). Lebih lanjut, lima komoditas utama penyumbang deflasi terdalam adalah Ikan Layang, Ikan Tongkol, Emas Perhiasan, Semangka, dan Bayam. Ikan Layang dan Ikan Tongkol mengalami penurunan harga, didukung oleh meningkatnya hasil tangkapan nelayan di Wilayah perairan Balikpapan dan sekitarnya, seiring kondisi gelombang laut yang kembali normal (cuaca kondusif), sehingga mendukung peningkatan ketersediaan stok di pasar. Penurunan harga Emas Perhiasan sejalan dengan pelemahan harga emas global, yang antara lain dipengaruhi oleh pergeseran preferensi investasi sebagian investor ke instrumen selain emas. Semangka mengalami penurunan harga, didukung oleh meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi (Jawa). Bayam mengalami penurunan harga, didukung oleh meningkatnya pasokan dari petani lokal di Wilayah sekitar Balikpapan dan pasokan dari luar sejalan dengan panen yang bersamaan oleh petani lokal dan pasokan dari luar daerah, sehingga mendorong peningkatan ketersediaan stok di pasar.
Penyumbang deflasi di Kabupaten PPU terutama berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,24% (mtm). Selanjutnya, komoditas utama penyumbang deflasi pada Oktober 2026 di Kab PPU adalah Ikan Tongkol, Ikan Layang, Daging Ayam Ras, Bawang Merah, dan Bawang Putih. Ikan Tongkol dan Ikan Layang mengalami penurunan harga, didukung oleh kondisi gelombang dan perairan laut yang relatif membaik dibandingkan puncak gelombang tinggi pada Bulan Agustus lalu sehingga meningkatkan pasokan ikan dari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *