Kasdono: Selain Stanting, Pembangunan Jalan juga Penting dalam Rembug Desa Peguyangan

Pemalang, tnipolrinews.com |
Rembug yang bertema stanting oleh Pemerintah Desa Peguyangan dan warga dengan narasumber dari Puskesmas Bantarbolang dan Camat. Berlangsung di Balai Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah pada Hari Rabu, 9-9-2026.
Disampaikan Kepala Desa Kasdono, SE bahwa selama ini Pemerintah Desa Peguyangan sudah melakukan banyak hal terkait pencegahan stanting, tetapi sampai tanggal 9 September belum memuaskan hasilnya.
Lanjut Kasdono bahwa tahun 2027 masih ada BLT atau tidak sebab kami belum tahu sebab penanganan stantung memerlukan anggaran mengingat pada tahun 2026 anggaran Dana Desa Peguyangan sisa Rp 373.000.000,- selama setahun.
“Selain persoalan stanting, warga desa pasti memerlukan jalan yang halus, apakah anggaranya cukup? Tetapi kami masih berusaha mendekati anggota dewan, yaitu anggaran CSR dan Pokir dari dewan,” paparnya.

Pada saat Musrembang, kita harus mengusulkan untuk pembangunan jalan apa pun alasanya, jalan merupakan pembangunan prioritas maka kita usulkan secara kompak.
Lanjut Kasdono, Kami sudah mendapat CRS dari BRI melalui Doni Akbar selaku anggota dewan dari Partai Golkar. Ditambah Pokir maka jumlahnya sudah mencapai enam titik untuk tahun 2026-2027.
Khusus dana Pokir ditujukan untuk mengolahan sampah dan drainase di Desa Peguyangan.
“Kami mengusulkan lampu jalan umum di Desa Peguyangan, tetapi ditolak sebab masih jalan desa, sebab yang dapat lampu jalan adalah jalan kabupaten, lanjut Kasdono dalam meakhiri sambutanya.
Sekcam Bantarbolang Hersis Nurcahyo, S.Ip mewakili Camat Bantarbolang menyampaikan bahwa anggaran desa diperoleh dari beberapa sumber.
Diantaranya, dana transfer dari pemerintah yaitu ADD dan DD, bantuan dari Gubernur Jawa Tengah, bantuan dari Bupati Pemalang dan dana aspirasi atas permohonan Kepala Desa Peguyangan.
PADes adalah pendapatan asli desa ditambah pendapatan lain-lain yang diperoleh Pemerintah Desa Peguyangan tanpa mengikat.
Bidan Indah Amrodita menyampaikan bahwa untuk mengatasi stanting satu diantanya adalah memantau perkembangan bayi secara rutin melalui Posyandu Desa Peguyangan.

Bahwa stanting lanjut Bidan Indah, kasus stanting di Desa Peguyangan bisa dicegah sejak kehamilan dengan pola asuh yang tepat.
“Ada 24 balita yang mengalami stanting. Mengapa ada 24 balita? Bisa jadi saat pengukuran bayi karena rewel salah ukur. Kami akan lakukan pengecekan ulang,” ungkapnya.
Sebanyak 179 balita yang ada di Desa Peguyangan, dari laporan Posyandu sampai Bulan Agustus 2026. Sementara itu, ibu hamil selalu terjadi penambahan, lanjutnya dalam mengakhiri sambutan.
(Kustajianto)
