Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalipuro Tentang Muktamar NU dan Kehadiran Muhammadiyah dalam Suksesi Muktamar NU

Banyuwangi, TNIPOLRINEWS.COM –
Perbedaan wadah organisasi bukanlah sekat pembatas, melainkan kekayaan dakwah untuk bersama-sama menjaga marwah dan ukhuwah.” Pelaksanaan Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang yang berlangsung pada Sabtu:28-8-2026
membawa pesan damai yang sangat mendalam bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Di balik riuhnya momentum transisi kepemimpinan warga Nahdliyin ini, ada sebuah potret keharmonisan yang kokoh, yakni hadirnya dukungan penuh dari keluarga besar Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalipuro, Banyuwangi, Ust. Andie Herwanto, memberikan pandangan sejuknya mengenai momentum bersejarah ini. Bagi beliau, kehadiran dan keterlibatan aktif tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam mengawal kesuksesan Muktamar NU bukan sekadar formalitas undangan, melainkan simbol konkret dari teladan persatuan umat.

Berikut adalah poin-poin refleksi penting dari Ust. Andie Herwanto mengenai kebersamaan NU dan Muhammadiyah:
A. Ukhuwah di Atas Ego Sektoral
Muhammadiyah dan NU memang berjalan dengan karakteristik, khazanah, dan strategi dakwah yang berbeda. Namun, ketika berbicara tentang masa depan bangsa, syiar Islam yang damai, serta kemaslahatan umat, kedua organisasi ini selalu mampu meluluhkan ego kelompok demi kepentingan yang
lebih besar.
Saling Mengawal, Saling Mendoakan
Kehadiran perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jombang menunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan di internal NU adalah kebahagiaan yang juga dirasakan oleh warga Muhammadiyah. Suksesnya agenda akbar NU adalah suksesnya dakwah Islam moderat di Indonesia.
Edukasi untuk Akar Rumput
Keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin di tingkat pusat harus menjadi cermin bagi jamaah di tingkat bawah, termasuk di wilayah cabang dan ranting seperti di Kalipuro. Jika para pimpinan tertinggi bisa saling merangkul dengan takzim, maka di akar rumput tidak boleh ada lagi gesekan karena perbedaan masalah amaliyah atau ranting organisasi.

Pilar Stabilitas Bangsa Muktamar NU yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bukti bahwa sinergi ulama dan umara, yang didukung oleh harmonisasi antarlembaga Islam, adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas serta kemajuan NKRI. Presiden RI
“Mari kita jadikan momentum Muktamar ke-35 NU ini sebagai momentum mempererat tali silaturahmi. NU dan Muhammadiyah adalah dua sayap garuda yang menerbangkan Islam Indonesia menuju kejayaan. Berbeda wadah, tetapi satu tujuan mencari rida Allah SWT dan mengabdi untuk kemanusiaan. Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang! Semoga menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa berkah bagi seluruh bangsa”. Pungkasnya.
Warta: Mustahil & tim
