Juni 5, 2026

Lapor Pak Dewan! Wali Murid Pertanyakan Nilai Anggaran Menu MBG di SDN 6 Marga Punduh

0

PESAWARAN, TNIPOLRINEWS.com

Sejumlah wali murid SDN 6 Marga Punduh, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, mempertanyakan kesesuaian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah. Pertanyaan tersebut muncul setelah para siswa menerima menu yang dinilai sebagian orang tua belum mencerminkan harapan terhadap program peningkatan gizi anak sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (5/6/2026), salah satu menu MBG yang disajikan kepada siswa terdiri atas tiga butir anggur, satu butir telur rebus, satu kotak susu, dan satu potong tempe goreng.

Sejumlah wali murid mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap porsi makanan. Namun, mereka berharap menu yang diberikan benar-benar mampu mendukung kebutuhan gizi peserta didik sebagaimana tujuan utama program tersebut.

“Kami tidak mengetahui secara pasti berapa anggaran per porsi yang disediakan pemerintah. Namun ketika melihat menu yang diterima anak-anak, kami berharap ada penjelasan mengenai standar menu dan kesesuaiannya dengan tujuan program,” ujar salah seorang wali murid kepada awak media.

Menurut keterangan para orang tua, sebelumnya pada Selasa (26/5/2026), siswa juga menerima menu yang terdiri dari telur rebus, potongan jagung dalam kemasan, serta buah apel dan jeruk. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait variasi, komposisi, dan kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Para wali murid menegaskan bahwa masukan yang mereka sampaikan bukan ditujukan untuk menolak Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, mereka mendukung penuh program tersebut dan berharap pelaksanaannya di lapangan berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia guna mendukung tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan program tersebut mendapat pengawasan yang optimal dari instansi terkait agar manfaat yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan harapan. Evaluasi berkala terhadap sistem pengelolaan, penyediaan, dan distribusi makanan juga dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

“Ini merupakan kali kedua menu yang diterima anak-anak menjadi perhatian kami. Kami berharap ada penjelasan yang transparan mengenai standar menu, kandungan gizi, dan penggunaan anggaran pada setiap porsi makanan,” kata salah seorang wali murid.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Pesawaran, instansi terkait, serta Badan Gizi Nasional (BGN) dapat melakukan pengawasan dan evaluasi secara terbuka terhadap pelaksanaan program MBG , termasuk proses penyediaan makanan oleh dapur penyelenggara MBG di Marga Punduh.

“Program ini memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya juga perlu dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar seorang warga.

Sejumlah warga meminta agar seluruh tahapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya, mereka berharap dapat dilakukan evaluasi oleh pihak yang berwenang.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah wali murid dan informasi yang diperoleh di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak SPPG Kecamatan Marga Punduh, pihak sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN), maupun instansi terkait lainnya guna menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalitas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

(Tim/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *