Miris, Bapak Edi Ditemukan Tanpa Identitas dalam Kondisi Lemah, Warga Berupaya Membantu Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Tnipolrinews.com | PANIMBANG, PANDEGLANG BANTEN —
Kisah memprihatinkan dialami seorang pria bernama Edi yang ditemukan dalam kondisi lemah dan tidak memiliki dokumen identitas kependudukan. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari warga yang kemudian berupaya memberikan pertolongan serta mendampingi proses penanganan kesehatan dan administrasi kependudukannya.
Bapak Edi ditemukan dalam kondisi tubuh yang terlihat sangat lemah. Secara kasatmata, ia tampak kurus dengan kondisi mata yang terlihat kuning dan bagian perut membesar. Mengenai kondisi kesehatannya, warga menduga terdapat masalah kesehatan yang perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, kepastian mengenai penyakit yang diderita Bapak Edi tetap memerlukan pemeriksaan dari tenaga kesehatan.
Adalah Teh Mita, warga asal Kampung Kampung, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang berupaya membantu Bapak Edi setelah melihat kondisinya yang membutuhkan pertolongan.

Dengan pendekatan secara perlahan, Teh Mita mencoba berkomunikasi dan menanyakan identitas serta asal-usul pria tersebut. Dari keterangan yang disampaikan Bapak Edi, dirinya mengaku bernama Edi dan berasal dari Kampung Bengkok, Desa Mahendra, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Namun, saat ditanyakan mengenai dokumen kependudukan, Bapak Edi mengaku tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kondisi tersebut membuat Teh Mita berinisiatif untuk terus mendampingi dan membantu Bapak Edi, terutama agar mendapatkan penanganan medis yang diperlukan serta dapat mengurus administrasi kependudukan.

Menurut Teh Mita, pendampingan dilakukan karena dirinya merasa prihatin melihat kondisi Bapak Edi yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.
“Selama ini saya berusaha mendampingi dan merawat beliau. Kondisinya terlihat lemah, sehingga saya ingin membantu agar beliau bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan mengurus dokumen kependudukannya,” ujar Teh Mita.
Upaya tersebut juga diarahkan agar Bapak Edi dapat memperoleh dokumen kependudukan yang diperlukan. Dengan adanya KTP dan KK, diharapkan proses untuk mendapatkan akses terhadap pelayanan publik, termasuk kepesertaan jaminan kesehatan apabila memenuhi persyaratan, dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Teh Mita berharap ada perhatian dari pihak terkait, baik pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), maupun instansi pelayanan kesehatan, untuk membantu memastikan identitas Bapak Edi dan memberikan pendampingan sesuai prosedur.
Persoalan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Sebab, dokumen kependudukan sering kali menjadi salah satu dasar dalam mengakses berbagai pelayanan publik.

Di sisi lain, kondisi kesehatan Bapak Edi juga perlu menjadi perhatian utama. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Kisah Bapak Edi menjadi pengingat bahwa kepedulian masyarakat terhadap sesama sangat berarti, khususnya ketika seseorang berada dalam kondisi lemah dan tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan.
Semoga dengan adanya perhatian dan pendampingan dari warga serta pihak terkait, identitas Bapak Edi dapat segera ditelusuri dan administrasi kependudukannya dapat dibantu sesuai prosedur, sehingga ia dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan pelayanan publik sebagaimana mestinya.
Jurnalis : Satim
