September 14, 2026

SISI JEMBATAN AMBRUK DIDUGA AKIBAT LALU LALANG ANGKUTAN MATERIAL PROYEK DAN TAMBANG PASIR, PEMERINTAH DESA KEKATANG DISOROT

0

PESAWARAN, Tnipolrinews.com |

( 14/9/2026 ) — Kondisi sisi jembatan di Dusun Pemindangan, Desa Kekatang, Kabupaten Pesawaran, dilaporkan mengalami kerusakan hingga ambruk. Kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan intensitas lalu lintas kendaraan pengangkut material proyek pembangunan yang diwacanakan untuk Kampung Nelayan serta aktivitas angkutan tambang pasir di wilayah setempat.

Kerusakan infrastruktur tersebut kini memunculkan sorotan terhadap perhatian dan respons pemerintah desa maupun pihak pelaksana proyek. Pasalnya, hingga informasi ini disampaikan, belum terlihat adanya langkah penanganan konkret terhadap sisi jembatan yang mengalami ambruk.

Aktivitas kendaraan pengangkut material yang melintas secara berulang diduga memberikan beban terhadap struktur jembatan. Namun, penyebab pasti kerusakan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab pemerintah desa dan pihak proyek dalam memastikan keselamatan serta kelayakan infrastruktur yang digunakan untuk mendukung mobilitas warga.

Kerusakan jembatan tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan. Apabila kondisi tersebut terus diabaikan, bukan hanya akses transportasi masyarakat yang terancam, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Pemerintah Desa Kekatang dan pihak terkait didesak segera turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan, serta mengambil langkah penanganan sesuai kewenangan. Selain itu, perlu dipastikan apakah aktivitas angkutan material turut berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kekatang maupun pihak pelaksana proyek mengenai penyebab kerusakan dan rencana perbaikan jembatan.

Publik menanti kejelasan: siapa yang bertanggung jawab ketika infrastruktur warga rusak, sementara aktivitas angkutan material terus berjalan?

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *